Lagi, Kemenkes Temukan 9 Kasus Polio di Sampang Madura

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan sembilan kasus terkonfirmasi lumpuh layu akibat virus Polio tipe 2, di Sampang, Madura, Jawa Timur.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan penemuan tersebut merupakan hasil surveilans pada 30 anak di daerah tersebut.
"Kami ambil masing-masing di kabupaten, ambil sampel 30 anak di daerah sekitar anak yang sakit. Di Sampang, sudah keluar hasil dari 30 anak, yang sudah keluar hasilnya 22 sampel, sudah terdeteksi 9 positif,” kata Maxi dalam konferensi pers, Jumat (12/1/2023).
1. Kasus Polio juga muncul di Pamekasan dan Klaten

Maxi menyebut kasus lumpuh layu bukan hanya di Sampang, namun Kemenkes juga mencatat terjadi di Pamekasan, Jawa Timur hingga Klaten, Jawa Tengah. Namun sampai saat ini hasil surveilans belum dilaporkan.
"Dari apa yang ditemukan di Sampang bahwa sembilan anak baru ditemukan positif Polio, ada kemungkinan virus sudah bersirkulasi di wilayah tersebut. Kemungkinan itu, virus Polio muncul di wilayah lain, selalu ada," katanya.
2. Kasus Polio di Jateng dan Jatim

Sebelumnya, Kemenkes juga menemukan tiga kasus Polio, dua ditemukan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Desember 2023. Sedangkan satu kasus lainnya ditemukan di Jawa Timur pada 4 Januari 2024.
“Pada Desember 2023 telah ditemukan dua kasus lumpuh layu akut yang disebabkan oleh virus Polio dengan kronologis kasus yang berbeda. Satu kasus imunisasi Polio-nya tidak lengkap, satu lagi status imunisasinya lengkap tapi mengalami malnutrisi,” katanya.
3. Polio bisa dicegah

Maxi menjelaskan, Polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Virus Polio dapat menular melalui air yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung virus Polio.
“Beberapa faktor risiko terjadinya penularan virus Polio adalah rendahnya cakupan Imunisasi Polio, kondisi kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup bersih yang kurang baik seperti Buang Air Besar (BAB) sembarangan, baik itu di sungai atau pun pada sumber air yang juga digunakan pada kehidupan sehari-hari,” kata Maxi.


















