- Melaksanakan salat malam atau qiyamul lail
- Membaca dan memahami Al-Qur’an
- Memperbanyak zikir serta istighfar
- Memanjatkan doa kepada Allah SWT
- Melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar: Arti, Keutamaan, Tanda dan Waktu Terjadinya

- Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan dalam Islam, disebut lebih baik dari seribu bulan dan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah selama Ramadan.
- Waktu pastinya tidak diketahui, namun Rasulullah SAW menganjurkan mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, dengan tanda suasana tenang dan cahaya matahari lembut keesokan harinya.
- Umat Islam dianjurkan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta i’tikaf agar dapat meraih keberkahan dan ampunan pada malam Lailatul Qadar yang sangat istimewa ini.
Jakarta, IDN Times - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadan. Malam yang penuh kemuliaan ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga memiliki nilai ibadah yang sangat besar bagi umat Muslim.
Karena keistimewaannya tersebut, umat Islam di berbagai penjuru dunia berusaha memanfaatkan momen ini dengan meningkatkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Mulai dari salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa dan zikir. Meski begitu, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Berikut penjelasan lengkap mengenai Lailatul Qadar, mulai dari pengertian, perkiraan tanggal, hingga amalan yang dianjurkan.
1. Apa Itu malam Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Keistimewaan malam ini dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Qadr.
Allah SWT berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa nilai ibadah pada malam Lailatul Qadar jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan.
تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ
Artinya:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 4–5)
2. Keutamaan malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar memiliki berbagai keutamaan yang membuatnya sangat istimewa dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah turunnya para malaikat ke bumi membawa rahmat dan keberkahan.
Keutamaan terbesar malam ini adalah nilai ibadah yang luar biasa besar. Satu malam ibadah pada malam tersebut disebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Selain itu, malam ini juga menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mendapatkan pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
Karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dengan memperbanyak amal dan doa, umat Muslim diharapkan tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan dari malam Lailatul Qadar yang sangat mulia.
3. Waktu dan tanda-tanda malam Lailatul Qadar menurut hadis Nabi

Rasulullah SAW tidak menyebutkan secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi. Namun, Nabi Muhammad memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi pedoman bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah pada penghujung Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Beberapa ulama juga memiliki pandangan berbeda mengenai malam yang paling berpotensi menjadi Lailatul Qadar. Imam Syafi’i misalnya, menganjurkan umat Islam mencarinya pada malam ke-23 Ramadan.
Sementara itu, terdapat riwayat lain dari sahabat Nabi yang menyebutkan bahwa malam ke-27 memiliki kemungkinan paling kuat.
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهَا، وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya:
“Dari Ubay bin Ka’ab berkata: Demi Allah, aku mengetahui malam Lailatul Qadar. Menurut pengetahuanku yang paling kuat, malam tersebut adalah malam yang Rasulullah SAW perintahkan kepada kami untuk menghidupkannya, yaitu malam ke-27.” (HR. Muslim)
Meski waktunya tidak pasti, beberapa hadis menyebut tanda-tandanya. Malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, suasananya terasa tenang, udaranya sejuk, dan matahari keesokan paginya terbit dengan cahaya lembut serta tidak menyilaukan.
4. Amalan yang dianjurkan saat Lailatul Qadar
Ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Lailatul Qadar agar umat Islam dapat meraih keutamaannya.
Beberapa amalan tersebut antara lain:
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca saat Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)



















