Pemkot Bekasi Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

- Pemkot Bekasi menggelar doa bersama bagi delapan orang, termasuk lima jurnalis, yang hilang kontak di Selat Sunda sejak 7 September 2026 saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan empati dan peran penting jurnalis sebagai penyampai informasi, serta mendoakan korban segera ditemukan dan keluarga diberi kekuatan.
- Pada hari ketujuh, SAR gabungan memperluas pencarian melalui unsur laut, udara, dan darat; sebelumnya ditemukan tiga life jacket, dua terpal, serta satu galon, tanpa korban ditemukan.
Bekasi, IDN Times - Pemerintah Kota Bekasi menggelar doa bersama untuk rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sejak Senin, 7 September 2026. Doa bersama itu digelar saat apel pagi di Halaman Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (14/9/2026).
Doa bersama dikhususkan bagi delapan orang yang hilang kontak terdiri dari Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), pemandu; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis ANTARA; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; dan Donal (51), jurnalis lepas.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bentuk empati terhadap para korban, khususnya jurnalis yang tengah menjalankan tugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Ya, hari ini tentu bagian daripada empati kita semua. Karena bagaimana pun juga, jurnalis menjadi garda terdepan, termasuk pada saat pemerintah mengambil keputusan," ujar Tri, Senin.
1. Berharap korban segera ditemukan

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal) Tri mengatakan, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Berita yang disampaikan menjadi salah satu sumber informasi aktual bagi publik maupun pemerintah.
"Tentu jurnalis mendapatkan informasi yang aktual, tajam, terpercaya," katanya.
Tri berharap proses pencarian terhadap delapan korban yang hilang kontak, dapat segera membuahkan hasil. Dia juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan keselamatan para korban.
"Ini juga bagian dari upaya kita semua untuk sama-sama mendoakan agar para jurnalis segera dapat diselamatkan dan ditemukan," kata dia.
2. Doakan keluarga diberi kekuatan

Lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (Istimewa) Selain mendoakan para korban, Tri juga menyampaikan doa bagi keluarga yang masih menanti kabar. Menurutnya, keluarga korban tentu berada dalam kondisi penuh kecemasan.
"Tentu hari ini juga orang tua hingga keluarga yang menunggu dengan harap-harap cemas juga diberikan keikhlasan dan kekuatan," ujar dia.
Diketahui, hingga Senin (14/9/2026), seluruh korban masih dinyatakan dalam pencarian dan belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan, operasi SAR terus dioptimalkan melalui pengerahan berbagai unsur dan perluasan sektor pencarian di perairan Selat Sunda.
“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” ujar Al Amrad.
3. SAR temukan 3 life jacket dan 2 terpal di Selat Sunda

Tim gabungan Basarnas melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) memasuki hari kelima. (Dokumentasi Basarnas) Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan sejumlah barang dalam pencarian delapan orang yang hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Minggu (13/9/2026).
Pada hari keenam pencarian, tim menemukan tiga life jacket, dua terpal, dan satu galon di sejumlah lokasi berbeda. Namun, hingga operasi hari keenam berakhir, delapan orang yang dicari belum ditemukan.
Amrad mengatakan, seluruh barang temuan akan diserahkan kepada pihak berwenang, dalam hal ini kepolisian, untuk ditindaklanjuti dan diidentifikasi.
Al Amrad merinci, satu life jacket ditemukan KRI Teluk Gilimanuk pada pukul 08.55 WIB di sekitar selatan Perairan Pulau Sangiang. Barang tersebut ditemukan pada koordinat 06°02’174” S - 105°49’844” E. Kemudian KAL Anyer menemukan satu life jacket lainnya pada pukul 09.45 WIB di sekitar Teluk Belimbing, Lampung, dengan koordinat 06°01’99” S - 105°52’82” E.
Sementara, satu life jacket berwarna oranye ditemukan KM Bima pada pukul 09.58 WIB di sekitar Pulau Rakata. Lokasi temuan berada pada koordinat 06°09’44.04” S - 105°27’29.07” E.
Selain tiga life jacket, tim SAR juga menemukan dua terpal dan satu galon.
“Ya, benar sekali. Dua terpal, tiga jaket, satu galon,” kata Al Amrad saat menegaskan jumlah barang yang ditemukan pada hari keenam.




















