Buku Ganjar di Mata Milenial, Alam Cerita Cara sang Ayah Didik Anak

Jakarta, IDN Times - Putra calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, hadir dalam acara peluncuran buku berjudul Ganjar di Mata Milenial. Acara tersebut digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (9/1/2024).
Dalam acara itu, Alam menceritakan bagaimana cara Ganjar dan Siti Atikoh mendidiknya sebagai anak.
"Saat saya diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu dan mengambil keputusannya, saya dididik untuk bertanggung jawab dalam keputusan yang diambil," ujar Alam.
1. Alam berusaha menjawab kepercayaan yang diberikan

Muhammad Zinedine Alam Ganjar hadir dalam acara peluncuran buku berjudul Ganjar di Mata Milenial. (IDN Times/IStimewa) Alam mengaku, berusaha menjawab kepercayaan yang diberikan kedua orang tuanya. Caranya dengan melakukan kegiatan positif.
"Karena saya diberi kepercayaan, saya manfaatkan kepercayaan itu dengan melangkah dan melakukan hal positif untuk perkembangan hidup saya, bahkan berusaha untuk berdampak untuk lingkungan sekitar," ucap dia.
2. Alam anggap Ganjar membuat atmosfer kehidupan keluarga yang demokrasi

Muhammad Zinedine Alam Ganjar hadir dalam acara peluncuran buku berjudul Ganjar di Mata Milenial. (IDN Times/IStimewa) Menurutnya, Ganjar membuat atmosfer kehidupan keluarganya secara demokrasi. Sehingga, tidak mendorong anaknya menjadi sesuatu yang diinginkan Ganjar.
"Demokrasi tidak hanya harus masuk ke ranah politik praktis, demokrasi mengajarkan bagaimana kita menghargai proses dan perjalanan," kata dia.
3. Berharap buku Ganjar di Mata Milenial dapat bermanfaat

Muhammad Zinedine Alam Ganjar hadir dalam acara peluncuran buku berjudul Ganjar di Mata Milenial. (IDN Times/IStimewa) Lebih lanjut, Alam berharap buku Ganjar di Mata Milenial bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terutama dalam membuat iklim demokrasi di keluarga masing-masing.
"Harapannya, melalui buku ini generasi muda bisa menanamkan nilai-nilai demokrasi dengan caranya masing-masing," jelas Alam.
Buku Ganjar di Mata Milenial itu ditulis oleh Asrizal Nilardin. Buku tersebut menceritakan jatuh dan bangkitnya proses kehidupan Ganjar Pranowo.


















