Dikunjungi Ganjar, Warga Kalteng Curhat soal Kegagalan Food Estate

Jakarta, IDN Times - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, berkampanye dan bertemu sejumlah warga di Kalimantan Tengah. Dalam pertemuan itu, salah satu tokoh adat Dayak Kalimantan Tengah, Pendeta Bobowanto Victor bercerita kepada Ganjar mengenai gagalnya proyek food estate yang dibuat pemerintah.
"Kalau Pak Ganjar jadi presiden, tolong program food estate khususnya di Gunung Mas itu ditinjau ulang. Program itu gagal total, masa tanam singkong tumbuhnya jagung. Bingung kita," ujar Victor kepada Ganjar.
1. Jagung yang ditanam di food estate tak tumbuh dengan baik

Ganjar Pranowo berkampanye di Kalimantan Tengah dan bertemu dengan sejumlah warga (IDN Times/Istimewa) Vitor mengatakan, jagung yang ditanam di food estate tak tumbuh dengan baik. Dia pun merasa heran dengan hal tersebut.
"Meski usianya sudah satu tahun, tapi buahnya itu hanya sebesar jari tangan. Setelah ramai dikritik, tiba-tiba ganti tanaman jagung dan memakai polibag. Aneh sekali," kata dia.
Dia menyebut, dampak dari penggundulan lahan untuk proyek food estate itu adalah banjir.
"Belum lagi dampaknya bagi masyarakat sekitar. Sekarang warga di sekitar daerah itu sering kebanjiran, karena hutannya digunduli. Sudah hancur lebur," kata dia.
2. Ganjar sebut gagalnya food estate karena tak libatkan petani

Ganjar Pranowo berkampanye di Kalimantan Tengah dan bertemu dengan sejumlah warga (IDN Times/Istimewa) Dalam kesempatan itu, Ganjar menyebut gagalnya food estate itu karena tak melibatkan petani dan pemilihan lokasi tanam yang salah.
"Mana ada sih petani yang nggak bisa menanam singkong? Iya kan? Itu dilempar saja tumbuh kok. Kenapa ini gagal, karena program ini dikerjakan bukan oleh ahlinya," ucap Ganjar.
3. Pemerintah jangan hanya siapkan dana

Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo dalam Dialog Capres Bersama Kadin. (YouTube.com/KADIN Indonesia) Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan, pemerintah seharusnya tidak hanya menyiapkan dana. Menurutnya, pemerintah harus melibatkan petani, sehingga pembuatan lahan food estate sesuai dengan apa yang mau ditanam.
"Jadi pemerintah hanya support dana. Terkait lahannya di mana? cocoknya tanam apa? Tanyakan pada ahlinya. Untuk urusan tanam, kan petani dan masyarakat setempat yang paham. Maka kalau itu dilakukan, program food estate akan berhasil dan kita bisa menjadi negara yang swasembada pangan," ujar dia.























