Jokowi Ogah Tanggapi Kritik Megawati: Itu Internal Partai

- Presiden Jokowi menolak berkomentar terkait kritik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024, dan menyebutnya sebagai agenda internal PDIP.
Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo tidak mau menanggapi kritik Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, saat berpidato di Rakernas V PDIP yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta Utara, pada 24-26 Mei 2024. Jokowi kembali mengatakan, itu merupakan agenda internal PDIP.
"Saya kira itu adalah internal partai, jadi internal PDI Perjuangan, saya tidak akan mengomentari," ujar Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2024).
1. Megawati soroti kecurangan Pemilu 2024

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas V PDIP di Ancol, Jakarta Utara. (Dok. YouTube PDIP) Salah satu yang yang menjadi sorotan Megawati adalah masalah dugaan kecurangan Pemilu 2024. Menurutnya, Pemilu 2024 berjalan abu-abu.
"Lho kok sekarang pemilunya langsung, tapi kok jadi abu-abu gitu, sudah direkayasa," ujar Megawati dalam pidatonya di Rakernas V PDIP, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5/2024).
Megawati mengatakan, civil society, cendekiawan, seniman hingga ahli hukum menyebut Pemilu 2024 adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah di Tanah Air.
"KPU-nya juga diam, Bawaslunya gak ada suara. Jadi kan saya mikir masa saya gak boleh bersuara, saya boleh dong bersuara, katanya kita ini negara demokrasi menjalankan demokratisasi," kata dia.
2. Singgung MK sudah diintervensi

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menerima api abadi Mrapen di Rakernas V PDIP, Jumat (24/5/2024) (dok. PDIP) Megawati juga menyampaikan semangat reformasi sudah hilang dalam sekejap.
"Dulu reformasi menempatkan nepotisme, kolusi dan korupsi sebagai musuh bersama dan oleh sebab itu lahir lah KPK, itu juga saya yang buat, heran lho barang yang bagus-bagus tapi sekarang dipergunakannya menjadi tidak bagus," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyinggung MK yang berdiri di eranya ketika menjadi Presiden RI. Dia menyebut, MK kini sudah diintervensi oleh penguasa.
"Makanya aduh MK juga sama, kenapa bisa diintervensi oleh kekuasaan? Nampak jelas melalui keputusan terhadap perkara nomor 90 yang menimbulkan banyak antipati, ambisi kekuasaan sukses mematikan etika moral dan hati nurani hingga tumpang tindih kewenangannya dalam demokrasi yang sehat," kata dia.
3. Puan menangis ada kader PDIP langgar konstitusi

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani (IDN Times/Ilman Nafi'an) Pada penutupan Rakernas V PDIP, tangis Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, pecah saat membacakan rekomendasi eksternal hasil Rakernas V. Tangis Puan mulai pecah saat menyampaikan terima kasih kepada kader, simpatisan dan sukarelawan yang sudah memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pilpres 2024.
"Mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang lelah memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Prof. Mahfud MD," ujar Puan, Minggu (26/5/2024).
Puan juga menangis saat menyampaikan terima kasih karena PDIP kembali dipercaya sebagai partai pemenang pada Pileg 2024.
"PDI Perjuangan dipercaya rakyat memenangkan pemilu legislatif tiga kali berturut-turut. Kepercayaan rakyat harus diwujudkan untuk memperbaiki tiga pilar partai," kata dia.
Sambil menarik napas dalam, Puan juga meminta maaf karena ada kader partainya yang tidak menjunjung etika politik.
"Sehubungan dengan adanya perilaku kader partai yang tidak menjunjung tinggi etika politik, tidak berdisiplin, dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ideologi partai, serta melakukan pelanggaran konstitusi dan demokrasi, Rakernas V Partai menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," kata dia.
























