Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah belum memutuskan menerima bantuan negara lain untuk penanganan darurat gempa di NTT.
  • Pemerintah menyatakan kebutuhan logistik, pengungsian, Huntara, dan Huntap masih dapat ditangani serta sedang diidentifikasi.
  • Uni Eropa menawarkan Copernicus untuk mendukung pencarian, penyelamatan, dan pemetaan wilayah terdampak gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah belum memutuskan untuk menerima bantuan dari negara lain dalam penanganan darurat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di tengah penanganan gempa, Uni Eropa (UE) menyatakan siap membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban melalui sistem observasi Bumi Copernicus.

"Belum (menerima) ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan semua masih bisa kita tangani dengan baik," kata dia kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

  1. 1. Kebutuhan darurat masih bisa ditangani

    TNI AU, gempa NTT, bantuan
    Dua pesawat Hercules yang dikerahkan oleh TNI Angkatan Udara (AU) untuk mendistribusikan bantuan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AU)

    Prasetyo mengatakan, pemerintah masih mampu menangani kebutuhan warga terdampak gempa, termasuk logistik dan pengungsian. Pemerintah juga mulai mengidentifikasi kebutuhan untuk perbaikan dan pembangunan hunian sementara (huntara) serta hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

    "Semua masih bisa kita tangani dengan baik, baik kebutuhan logistik, apa pengungsian, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi," ujar dia.

  2. 2. UE tawarkan dukungan Copernicus

    sentinel-2.jpg
    satelit sentinel 2 bagian dari Copernicus (dok. Copernicus)

    Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan kesiapan tersebut melalui unggahan di media sosial X pada Sabtu (15/8/2026). Copernicus dapat dikerahkan untuk mendukung pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak gempa.

    Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang pesisir timur Indonesia pada Jumat malam (14/8/2026). Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka, dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.

    Berdasarkan laporan dinas penyelamatan yang dikutip UE, sedikitnya 20 orang meninggal dunia. Puluhan warga lainnya terluka dan proses evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan masih berlangsung.

    Copernicus merupakan sistem observasi Bumi milik UE yang mengumpulkan data kondisi permukaan Bumi melalui satelit dan sumber data lainnya.

  3. 3. Copernicus bisa petakan wilayah terdampak

    Kondisi daerah terisolir pasca gempa Flores. (Dok Polda NTT)
    Kondisi daerah terisolir pasca gempa Flores. (Dok Polda NTT)

    Dalam kondisi bencana, Copernicus Emergency Management Service dapat menghasilkan pemetaan cepat wilayah terdampak. Data tersebut dapat digunakan otoritas untuk melihat kondisi kerusakan dan menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan.

    Data pengamatan Bumi juga dapat membantu tim di lapangan ketika akses menuju lokasi bencana terkendala. Informasi spasial yang tersedia dapat menjadi bahan dalam menentukan prioritas pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan.

    Gempa tersebut sempat memicu tsunami kecil dengan ketinggian di bawah 1 meter. Otoritas setempat menerbitkan peringatan tsunami sebelum mencabutnya kembali. Dampak lain berupa longsor, kerusakan infrastruktur, dan gangguan komunikasi turut terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

    Tawaran UE untuk mengerahkan Copernicus menjadi salah satu bentuk dukungan internasional dalam penanganan gempa. Jika digunakan, data satelit dapat memberikan informasi kondisi wilayah terdampak dari udara untuk mendukung operasi tim penyelamat di lapangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More