Pengamat: Presiden ke Solo karena Jasa Jokowi ke Prabowo Besar

Jakarta, IDN Times - Analis politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komaruddin, menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kediaman mantan Presiden Joko "Jokowi" Widodo di Solo pada 3 November 2024, adalah bentuk balas budi.
Sebab, kata dia, Prabowo menyadari ia bisa terpilih sebagai RI-1 lantaran dukungan Jokowi di Pilpres 2024. Itu sebabnya, Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden.
"Di awal pemerintahannya ini, Prabowo masih ingat jasa Jokowi. Jasa Jokowi kan besar untuk Pak Prabowo karena ikut membantu memenangkan Pilpres. Maka untuk di awal-awal bolehlah untuk menyambangi (kediaman Jokowi)," ujar Ujang ketika dihubungi IDN Times, Selasa (5/11/2024).
Oleh sebab itu, kata Ujang, dalam kunjungannya ke Solo akhir pekan lalu, Prabowo tak menggunakan mobil dinas. Ia memilih menggunakan mobil dinas Toyota Alphard warna putih, karena pertemuan tersebut merupakan acara pribadi.
"Dia paham betul bila berkunjung ke rumah Jokowi menggunakan mobil dinas atau RI-1, maka akan menjadi sebuah kesalahan. Meskipun dalam pertemuan itu pasti membicarakan politik," tutur dia.
Ujang juga menduga dalam pembicaraan itu turut dibicarakan sejumlah isu kenegaraan. Sebab, menurut dia, Gibran selaku wakil presiden tak bisa diajak berdiskusi.
1. Gibran lebih sering blusukan dibandingkan diajak dialog

Sementara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang seharusnya menjadi teman diskusi Prabowo justru kini kerap blusukan. Menurut Ujang, hal tersebut memang menjadi kelebihan mantan Wali Kota Solo itu.
"Kan sejak dilantik, Gibran sibuk, blusukan. Tidak ada ide atau gagasan yang ditawarkan, tak ada perdebatan. Tak ada perdebatan atau diskursus intelektual kepada publik," kata Ujang.
Menurut Ujang, Gibran dinilai tak sanggup bila diajak membahas isu kenegaraan. Gibran memiliki kelebihan dalam meraih simpati publik dengan cara blusukan. Namun, ia jarang bersedia menyampaikan pernyataan ke media saat blusukan.
"Tapi kalau diajak yang lain-lain gak bisa. Maka secara objektif saya katakan sulit bagi Prabowo membicarakan isu kenegaraan dengan wapresnya," tutur dia.
Prabowo, kata Ujang, sejak awal menggandeng Gibran lantaran sosok Jokowi di belakang wapresnya tersebut.
2. Prabowo diduga ikut singgung kelanjutan program Jokowi

Ujang pun menduga isu kenegaraan dibahas dalam pertemuan Prabowo dengan Jokowi, antara lain menyangkut nasib kelanjutan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Prabowo disebut bakal melanjutkan pembangunan IKN, mengingat mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah dilantik sebagai Kepala Otorita IKN (OIKN) menggantikan Bambang Susantono.
Selain itu, Jokowi juga diduga meminta dukungan agar seruan dirinya dan keluarga diadili secara hukum, bisa dicegah. "Kan sudah muncul demo-demo agar Jokowi dan keluarga diadili. Itu kan harus diantisipasi. Itu kan deal-nya bukan dengan Gibran melainkan langsung dengan Jokowi," katanya.
Kendati, kata Ujang, relasi Prabowo-Jokowi ke depan bisa saja berubah. Misalnya ketika tekanan publik semakin kencang untuk mengadili Jokowi dan keluarga, maka sikap Prabowo tak tertutup bisa saja berubah.
"Situasi itu bisa membahayakan Pak Prabowo juga bila didiamkan. Sehingga kepentingan Pak Prabowo yang utama untuk melindungi negara," imbuhnya.
3. Sekjen Gerindra sebut Prabowo sudah janji akan kunjungi Jokowi

Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Solo adalah untuk menepati janji. Prabowo, kata dia, pernah berjanji akan menyambangi Solo bila Jokowi pensiun. Mantan Menteri Pertahanan itu menyambangi Solo usai melakukan kunjungan kerja ke Merauke, Papua.
"Itu silaturahmi Pak Prabowo memang berjanji nanti kalau Pak Jokowi sudah berdiam di Solo, beliau akan menengok Pak Jokowi dan beliau memenuhi janjinya," ujar Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 4 November 2024.
Muzani menyebut Prabowo ingin tahu kegiatan Jokowi di Solo usai pensiun.
"Untuk menengok apa dan bagaimana kegiatan Pak Jokowi selama ini di Solo. Tapi itu silaturahmi biasa," katanya.
Terkait pertemuan Prabowo dan Jokowi apakah menyinggung tentang Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Muzani mengaku tidak tahu. Ia mengklaim belum sempat bertemu Prabowo.
"Saya belum cek. Terus terang saya belum ketemu sama Pak Prabowo," imbuhnya.



















