Israel Tangkap Empat Prajurit, Diduga Mata-mata Iran

- Empat prajurit Israel ditangkap karena diduga menjadi mata-mata Iran setelah memotret situs vital dan membocorkan data sensitif sejak serangan ke Iran pada Februari 2026.
- Pemerintah Israel menilai tindakan para prajurit sebagai pelanggaran berat terhadap keamanan nasional, menolak bantuan hukum mereka, dan memperpanjang masa tahanan untuk penyelidikan lanjutan.
- Iran sebelumnya mengeksekusi mati seorang mata-mata Israel bernama Kouroush Keyvani yang terbukti membocorkan informasi rahasia serta membantu AS dalam serangan ke fasilitas nuklir Iran.
Jakarta, IDN Times - Israel dilaporkan telah menangkap empat prajuritnya karena diduga merupakan mata-mata Iran. Penangkapan tersebut dikabarkan oleh media Israel, Channel 15, pada Senin (6/4/2026) yang dikutip oleh Anadolu Agency, Selasa (7/4/2026).
Keempat prajurit tersebut dilaporkan melakukan sejumlah aksi mata-mata untuk Iran. Salah satunya adalah memfoto situs-situs vital milik Israel. Mereka diketahui sudah melakukan tindakan tersebut sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari 2026 lalu.
1. Prajurit yang menjadi mata-mata Iran telah melakukan pelanggaran berat

Pemerintah Israel mengatakan, empat prajurit tadi telah melakukan pelanggaran berat. Sebab, mereka telah berupaya untuk mengganggu keamanan nasional dengan cara memberikan data-data sensitif ke Iran. Hal tersebut seharusnya tidak dilakukan oleh seorang prajurit yang bertugas menjaga keamanan negara.
Saat ini, keempat prajurit tersebut telah ditahan. Pihak berwenang Israel juga akan melakukan proses lebih lanjut untuk memastikan apakah prajurit tadi benar-benar bersalah atau tidak. Jika benar bersalah, Israel akan menjatuhkan hukuman berat kepada mereka.
Sebetulnya, para prajurit yang telah ditangkap sempat mengajukan bantuan hukum untuk menolong mereka di proses pengadilan. Namun, permintaan itu ditolak oleh pengadilan Israel. Pengadilan Israel juga memutuskan untuk memperpanjang masa tahanan mereka.
2. Israel juga kerap melakukan mata-mata ke Iran

Sebagai informasi, Israel sebetulnya juga kerap melakukan aksi mata-mata ke Iran. Sebab, menurut Iran, Israel dan AS memang sengaja mengirim mata-mata ke wilayahnya.
Langkah ini bertujuan agar Israel dan AS bisa mengetahui informasi rahasia milik Iran, terutama soal kekuatan militer. Dengan begitu, Tel Aviv dan Washington bisa mudah mengalahkan Iran dalam peperangan yang kini sedang terjadi.
"Saat musuh Zionis (Israel) dan Amerika Serikat berupaya menginvasi Iran, mereka secara bersamaan mengaktifkan tentara bayaran dan mata-mata untuk melakukan kerusuhan sebagai langkah selanjutnya," kata Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilansir The Strait Times.
3. Iran sudah mengeksekusi mati mata-mata Israel

Untuk mengatasi masalah ini, pada Maret lalu, Iran memutuskan untuk mengeksekusi seorang mata-mata Israel yang menyebarkan info rahasia pemerintah. Mata-mata tersebut bernama Kouroush Keyvani. Ia dikabarkan telah ditangkap sejak Juni 2025 lalu karena membocorkan informasi rahasia pemerintah Iran ke Israel.
Sebelum ditangkap, Kevyani diketahui pernah membantu AS untuk melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Selain itu, ia juga pernah mendapat pelatihan dari badan intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan aksi spionase.
“Hukuman mati terhadap seorang mata-mata rezim Zionis yang telah memberikan gambar dan informasi tentang lokasi-lokasi sensitif negara kepada petugas Mossad telah dilaksanakan pagi ini,” bunyi pernyataan resmi lembaga pengadilan Iran, seperti dilansir Times of Israel.



















