Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penghematan, DPR RI Efisiensi Listrik, Perjalanan Dinas, hingga BBM

Penghematan, DPR RI Efisiensi Listrik, Perjalanan Dinas, hingga BBM
Ilustrasi - TNI menjaga ketat Gedung DPR RI saat demo pada Agustus 2025. (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
  • Setjen DPR RI menerapkan efisiensi anggaran dengan fokus pada penghematan listrik, pembatasan BBM kendaraan dinas, dan pengetatan perjalanan dinas untuk menjaga akuntabilitas penggunaan APBN.
  • Kebijakan tambahan seperti WFH setiap Jumat dan pembatasan jamuan rapat diterapkan guna menekan biaya operasional serta mendorong pelaksanaan kegiatan secara daring bila memungkinkan.
  • Langkah efisiensi dijalankan disiplin hingga akhir tahun anggaran tanpa mengganggu pelayanan kepada pimpinan dan anggota DPR, demi menjaga stabilitas fiskal nasional dan kinerja lembaga legislatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai menerapkan sejumlah langkah efisiensi anggaran, sebagai respons atas gejolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia, yang berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kebijakan ini ditegaskan Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, sebagai bentuk komitmen menjaga pengelolaan anggaran negara yang akuntabel dan bertanggung jawab.

1. DPR RI lakukan tiga penghematan

Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar. (IDN Times/Aryodamar)
Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar. (IDN Times/Aryodamar)

Indra menjelaskan terdapat tiga fokus utama efisiensi yang dilakukan Setjen DPR RI, yakni penghematan penggunaan BBM untuk pejabat eselon I hingga III, pengaturan penggunaan listrik di lingkungan gedung DPR, serta pengetatan perjalanan dinas.

“Langkah ini merupakan bagian dari kesadaran bersama untuk mengelola anggaran negara secara lebih efisien, di tengah dinamika ekonomi global,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Indra mengungkapkan, pembahasan terkait efisiensi ini sebenarnya telah dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri bersama sejumlah unit kerja terkait, seperti Biro Pengelolaan Bangunan dan Wisma serta Biro Umum. Setelah Idul Fitri, rencana tersebut dimatangkan dan mulai diimplementasikan.

Salah satu kebijakan yang langsung diberlakukan adalah pengaturan penggunaan listrik di kompleks DPR RI. Mulai pukul 18.00 WIB, dilakukan pemadaman listrik secara terjadwal, sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

“Mulai hari ini kita lakukan pengaturan yang lebih ketat. Jadi bukan sekadar pemadaman, tapi pengaturan waktu penggunaan listrik agar lebih efisien,” jelasnya.

Menurut Indra, selama ini penggunaan listrik tetap tinggi, meskipun hanya sebagian kecil pegawai yang bekerja pada malam hari. Hal tersebut berdampak pada operasional gedung secara keseluruhan, termasuk penggunaan lift dan fasilitas lainnya yang harus tetap aktif.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan pada penggunaan BBM kendaraan dinas. Setjen DPR RI menargetkan penghematan sekitar Rp1,5 miliar dalam satu tahun dari kebijakan ini. Pengurangan tersebut dilakukan melalui pembatasan penggunaan kendaraan operasional, termasuk optimalisasi sistem pengendalian BBM berbasis RFID.

2. DPR juga siap terapkan kebijakan WFH setiap Jumat

Gedung DPR RI
Gedung DPR RI (ANATARA)

Indra juga menyinggung kemungkinan penerapan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) setiap Jumat. Hal ini dinilai dapat menekan penggunaan BBM, terutama dari operasional bus antar-jemput pegawai.

“Kalau hari Jumat kita terapkan WFH, maka bus jemputan tidak perlu beroperasi. Ini tentu menjadi potensi efisiensi yang cukup besar,” katanya.

Selain itu, Setjen DPR RI juga memperketat pengeluaran untuk kegiatan rapat. Jamuan rapat, khususnya untuk pertemuan singkat, tidak lagi diperkenankan sebagai bagian dari langkah penghematan.

Sementara, terkait perjalanan dinas, Indra menegaskan, efisiensi dilakukan secara selektif. Perjalanan dinas yang tidak memiliki urgensi tinggi akan dibatasi, sedangkan kegiatan yang berkaitan langsung dengan fungsi kedewanan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Untuk kegiatan yang memiliki urgensi tinggi seperti pembahasan RUU atau uji publik yang membutuhkan kehadiran langsung, tetap kita fasilitasi. Namun yang bisa dilakukan secara daring, akan kita dorong untuk dilaksanakan secara virtual,” jelasnya.

3. Efisiensi akan diterapkan secara disiplin hingga akhir tahun anggaran

Gedung DPR
Ilustrasi - TNI menjaga ketat Gedung DPR RI saat demo pada Agustus 2025. (IDN Times/Amir Faisol)

Indra menyebutkan, kebijakan efisiensi ini akan diterapkan secara disiplin hingga akhir tahun anggaran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada langkah efisiensi tambahan seiring evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Meski demikian, Indra memastikan, seluruh kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan kepada pimpinan dan anggota DPR RI.

“Kami pastikan bahwa efisiensi ini tidak akan berdampak pada pelayanan kepada Dewan. Dukungan terhadap kinerja kedewanan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia juga menekankan dinamika rapat-rapat DPR yang berkaitan dengan kepentingan rakyat tidak dapat dibatasi secara kaku, termasuk dalam hal waktu pelaksanaan.

“Rapat-rapat Dewan menyangkut kepentingan masyarakat, sehingga waktunya sangat dinamis dan tidak bisa dibatasi. Itu tetap menjadi perhatian utama kami,” ujar Indra.

Dengan langkah efisiensi ini, Setjen DPR RI berharap dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas fiskal nasional, sekaligus tetap memastikan optimalisasi kinerja lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi representasi rakyat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More