Penjelasan TNI soal Sertifikat Pramuka Garuda Buka Jalan Masuk Militer

- Mabes TNI menegaskan sertifikat Pramuka Garuda hanya menjadi nilai tambah administratif dan bahan pertimbangan, bukan jaminan diterima sebagai prajurit.
- Seluruh calon prajurit TNI tetap wajib menjalani seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi, serta tahapan lain sesuai Peraturan Panglima TNI.
- Polri juga mewajibkan pemilik sertifikat mengikuti seleksi; penegasan ini berbeda dari klaim Kwarnas bahwa pemegang Pramuka Garuda bisa masuk TNI-Polri tanpa tes.
Jakarta, IDN Times - Mabes TNI merespons pernyataan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, yang menyebut sertifikat Pramuka Garuda dapat digunakan untuk mendaftar ke militer dan kepolisian tanpa tes. Budi mengklaim sudah ada kerja sama antara Kwarnas dengan TNI, kepolisian, hingga sejumlah perguruan tinggi.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengatakan dokumen prestasi, termasuk sertifikat Pramuka Garuda bakal menjadi bahan pertimbangan panitia dalam penerimaan prajurit di setiap jenjang. Pramuka Garuda sendiri merupakan tingkat kecakapan dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada seorang anggota muda gerakan Pramuka.
"Dokumen prestasi akan memberikan nilai lebih secara administrasi. Akan tetapi keputusan diterimanya seseorang menjadi prajurit TNI, tetap dengan perimeter sesuai Peraturan Panglima 179 Tahun 2025 tentang Penyediaan Prajurit Sukarela TNI," ujar Nas ketika dihubungi, Minggu (9/8/2026).
1. Sertifikat Pramuka Garuda jadi nilai tambah untuk diterima masuk TNI

Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono merespons dengan kalimat senada. Jenderal bintang satu itu mengatakan kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi nasional dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
"Berdasarkan ketentuan penerimaan prajurit yang berlaku saat ini, kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tingkat nasional, termasuk Pramuka Garuda, menjadi nilai tambah dalam proses seleksi dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pada tahapan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap Donny ketika dihubungi pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Donny mengatakan seluruh calon prajurit harus tetap mengikuti mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, hingga tahapan seleksi lainnya.
"Seluruh calon prajurit harus tetap mengikuti mekanisme seleksi yang telah ditetapkan," katanya.
Donny menyebut hal itu penting untuk memastikan setiap prajurit yang diterima benar-benar memenuhi standar kualitas, kompetensi, dan kesiapan yang dibutuhkan TNI AD.
"Pada prinsipnya, TNI AD terus mendukung sinergi dengan Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Ke depan, implementasi berbagai bentuk kerja sama tentunya akan terus dikoordinasikan dengan pihak Kwarnas agar dipahami secara sama dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat," imbuhnya.
2. Kepolisian sebut pemilik sertifikat Garuda Pramuka tetap harus ikut tes seleksi masuk TNI

Kepolisian juga menegaskan pemilik sertifikat Pramuka Garuda tetap harus mengikuti tes atau seleksi menjadi anggota Polri. Rekrutmen anggota kepolisian dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Polri Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.
"Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi," ungkap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).
"Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi," sambungnya.
Isir mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Menurut dia, komitmen tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Isir mengatakan Polri juga melibatkan berbagai pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi, di antaranya adalah Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
3. Kwarnas Pramuka klaim sudah ada kesepakatan dengan militer dan kepolisian

Sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso mengatakan sertifikat Pramuka Garuda dapat digunakan sebagai salah satu syarat dalam proses rekrutmen TNI dan Polri. Pemegang sertifikat tersebut berkesempatan mengikuti seleksi tanpa tes sesuai ketentuan yang telah disepakati.
Budi menjelaskan kebijakan itu merupakan bagian dari kerja sama Kwarnas dengan TNI, Polri, hingga sejumlah perguruan tinggi. Langkah tersebut juga diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan.
"Setiap Pramuka Garuda ya, itu nanti yang dari Penegak yang memenuhi syarat atas sebagai Pramuka Garuda, bila mau jadi polisi bisa langsung tanpa tes. Ke TNI juga gitu, termasuk Perguruan Tinggi, dan sekarang itu sudah berjalan," ungkap pria yang akrab disapa Buwas itu di Blitar pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Budi, mekanisme rekrutmen melalui jalur Pramuka Garuda telah disempurnakan, termasuk dari sisi sistem penilaian agar sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku di masing-masing institusi. Ia menilai keberadaan sertifikat Pramuka Garuda menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan masih memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Program tersebut juga dinilai menjadi wadah untuk menjaring anggota terbaik dari berbagai daerah.






















