Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kota Nagasaki Jepang Peringati 81 Tahun Serangan Bom Atom AS

Kota Nagasaki Jepang Peringati 81 Tahun Serangan Bom Atom AS
potret Kota Nagasaki, Jepang (unsplash.com/RIKESH SHRESTHA)
Intinya Sih
  • Nagasaki memperingati 81 tahun bom atom AS dengan lebih dari 90 pejabat asing; Wali Kota Shiro Suzuki menyebut senjata nuklir ancaman mutlak bagi umat manusia.
  • PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan dukungan pada larangan kepemilikan, produksi, dan pengembangan senjata nuklir, serta pentingnya pemahaman global tentang realitas pengeboman atom.
  • Bom atom AS di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 menewaskan sekitar 210.000 orang, mendorong Jepang menyerah, dan meninggalkan seruan korban selamat untuk perdamaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kota Nagasaki, Jepang, memperingati 81 tahun peristiwa serangan bom pasukan militer Amerika Serikat (AS) saat Perang Dunia II pada Minggu (9/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Nagasaki, Shiro Suzuki, mengatakan bahwa senjata nuklir tidak bisa hidup berdampingan dengan umat manusia. Sebab, keberadaannya menjadi ancaman yang amat berbahaya. 

“Senjata nuklir bukanlah kejahatan yang diperlukan, tetapi kejahatan mutlak. Senjata nuklir tidak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan umat manusia. Kepada semua pemimpin negara-negara nuklir dan negara-negara yang mengandalkan pencegahan nuklir, Anda harus menghadapi kenyataan bahwa semakin Anda bergantung pada pencegahan nuklir, semakin Anda meningkatkan risiko perang nuklir,” jelas Suzuki, seperti dilansir AP News

1. Peringatan serangan bom atom AS di Nagasaki dihadiri banyak pejabat asing

Ledakan yang sangat kuat hingga menimbulkan api.
ilustrasi serangan bom atom (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

Upacara peringatan serangan bom atom AS di Nagasaki ini dihadiri oleh banyak pejabat asing. Ada lebih dari 90 pejabat asing yang menghadiri acara tersebut. Para peserta yang hadir melakukan “Momen hening” tepat pada pukul 11.02 siang waktu setempat. Itu merupakan waktu di mana AS menjatuhkan bom atomnya di Nagasaki. 

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, juga turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan, posisi Jepang soal senjata nuklir tetap sama. Jepang akan tetap mendukung larangan negara di dunia untuk memiliki, memproduksi, atau mengembangkan senjata nuklir. Sebab, senjata tersebut bisa menjadi ancaman untuk keamanan global. 

"Pentingnya mempromosikan pemahaman yang akurat di seluruh dunia tentang realitas pengeboman atom semakin meningkat," kata Takaichi.

2. Serangan bom atom AS di Nagasaki dan Hiroshima mengakhiri Perang Dunia II

Perang Dunia II.
ilustrasi Perang Dunia II (unsplash.com/Suzy Brooks)

Serangan bom atom AS di Nagasaki sendiri terjadi pada 9 Agustus 1945. Kala itu, Washington menjatuhkan bom atom B-29 yang merupakan salah satu jenis bom nuklir bernama Fatman. Serangan tersebut terjadi di saat para warga sedang sibuk melakukan aktivitasnya. Akibatnya, 70.000 orang tewas karena serangan tersebut.

Tiga hari sebelumnya, yakni pada 6 Agustus 1945, Negeri Paman Sam juga menjatuhkan bom atom B-29 di Kota Hiroshima bernama Little Boy. Serangan tersebut juga dilakukan ketika warga sedang menjalani aktivitasnya. Korban tewas imbas serangan bom atom AS di Hiroshima lebih banyak daripada di Nagasaki, yakni mencapai 140.000 orang. 

Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang menyerah tanpa syarat terhadap AS pada 15 Agustus 1945. Peristiwa inilah yang lantas mengakhiri Perang Dunia II. Peristiwa ini juga membuat Jepang harus angkat kaki dari Indonesia setelah melakukan penjajahan selama 3,5 tahun. 

3. Serangan bom atom AS di Hiroshima dan Nagasaki meninggalkan duka mendalam

Hiroshima Memorial Park.
Suasana di Kubah Bom Atom, salah satu bangunan yang hancur akibat serangan bom atom Amerika Serikat di Kota Hiroshima, di Hiroshima Memorial Park, Jepang. (pexels.com/Dmitry Romanoff)

Serangan bom atom AS di Hiroshima dan Nagasaki ini meninggalkan duka mendalam bagi seluruh warga Jepang. Sebab, para korban juga ada yang berasal dari kalangan anak-anak. 

Salah satu warga Nagasaki yang selamat dari serangan bom AS, Motomura Chiyoko, mengaku dirinya terkena radiasi bom atom AS saat masih berusia 6 tahun. Oleh karena itu, dalam acara peringatan serangan bom atom di Nagasaki, ia menyerukan perdamaian kepada seluruh negara di dunia. Ia juga menyerukan penghentian pengembangan senjata nuklir. Sebab, senjata itu bisa menjadi pemusnah massal jika digunakan dalam peperangan. 

"Saya percaya bahwa perdamaian berarti melindungi kehidupan dan kehidupan harus dilindungi di atas segalanya. Saya akan menghabiskan sisa hidup saya untuk terus menyuarakan perdamaian dan berdoa agar perang tidak pernah terjadi lagi. Ini adalah janji saya kepada semua jiwa yang beristirahat di bukit ini yang hilang dalam sekejap oleh bom atom," kata Chiyoko dilansir NHK World.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More