Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pilot Malaysia Airlines Ditangkap Bawa Narkoba, Maskapai Perketat Tes

Pilot Malaysia Airlines Ditangkap Bawa Narkoba, Maskapai Perketat Tes
Malaysia Airlines. (unsplash.com/obtjk)
Intinya Sih
  • Malaysia Aviation Group mewajibkan tes narkoba bagi 1.260 pilot Malaysia Airlines, dengan pilot yang belum lolos pemeriksaan dilarang terbang hingga memperoleh surat resmi.
  • Pilot Malaysia Airlines berinisial MS ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah diduga membawa 26 kilogram ekstasi dan 4 gram sabu; tes urine menunjukkan positif beberapa narkotika.
  • Polisi menduga MS bagian sindikat internasional setelah ia mengaku tiga kali menyelundupkan narkotika; otoritas Indonesia-Malaysia berkoordinasi menelusuri pengendali dan pemasok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Malaysia Aviation Group (MAG) mewajibkan tes narkoba bagi seluruh pilotnya setelah seorang penerbang Malaysia Airlines ditangkap di Indonesia terkait kasus narkotika. Kebijakan ini diumumkan pada Kamis (6/8/2026) untuk memperketat pengawasan awak penerbangan.

Penangkapan berlangsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir Juli 2026. Pilot berinisial MS tersebut diduga membawa puluhan kilogram narkotika saat terbang dari Kuala Lumpur.

1. MAG periksa 1.260 pilot Malaysia Airlines

potret pesawat Malaysia Airlines
potret pesawat Malaysia Airlines (unsplash.com/Saim Munib)

MAG memulai pemeriksaan narkoba wajib terhadap 1.260 pilot Malaysia Airlines yang ditargetkan selesai pada 15 Agustus 2026. Pilot yang belum menjalani tes dilarang terbang hingga mengantongi surat keterangan resmi.

Pemeriksaan wajib ini melengkapi program tes acak yang sudah berjalan. Kebijakan serupa juga akan diperluas secara bertahap kepada awak kabin maskapai Firefly dan Amal.

"Keselamatan operasional dan kebugaran awak untuk bertugas adalah hal yang tidak bisa ditawar," kata Presiden dan CEO Grup MAG, Kapten Nasaruddin A. Bakar, dikutip dari The Peninsula Qatar.

Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri Malaysia turut memperketat pengawasan di bandara. Pemerintah Malaysia juga mengevaluasi prosedur pemeriksaan rekam jejak serta kesehatan para pilot.

2. Pilot ditangkap membawa 26 kilogram narkotika

ilustrasi pilot
ilustrasi pilot (unsplash.com/Caleb Woods)

Petugas Bea Cukai menangkap MS di Bandara Soekarno-Hatta pada akhir Juli 2026. Ia tiba dari Kuala Lumpur dalam status tidak bertugas dan duduk di kursi pengamat kokpit.

Petugas menemukan 14 kantong plastik berisi 70 ribu butir ekstasi seberat 26 kilogram di dalam koper, serta 4 gram sabu-sabu di tas tangannya. Hasil tes urine menunjukkan MS positif mengonsumsi kokain, amfetamin, dan metamfetamin.

"Hal yang menjadi keprihatinan kita adalah profesinya sebagai pilot, dan dia baru saja terbang dari Kuala Lumpur ke Indonesia," kata pejabat Bea Cukai, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, dikutip dari Channel News Asia.

MAG menegaskan mendukung penuh proses hukum di Jakarta. Perusahaan juga menggelar pemeriksaan internal untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain.

3. Polisi usut dugaan keterlibatan sindikat internasional

Narkoba
ilustrasi narkoba (pexels.com/MART PRODUCTION)

Dalam pemeriksaan awal, MS mengaku bertindak sebagai kurir dengan imbalan 50 ribu ringgit (Rp217,61 juta). Ia mengaku sudah tiga kali menyelundupkan narkotika ke Indonesia dan Malaysia.

Kepolisian Indonesia menduga MS merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional. Penyidik kini menelusuri sosok pengendali dan pemasok barang haram tersebut.

"Kami menduga kuat pilot tersebut bagian dari sindikat internasional dan telah dijerat undang-undang narkotika," ujar petugas Bareskrim Polri, Awaludin Amin.

Tersangka terancam hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup. Saat ini, otoritas Indonesia dan Malaysia terus berkoordinasi untuk membongkar jaringan di balik kasus tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More