Prabowo Akan Luncurkan 166 Sekolah Rakyat di Kalimantan Senin Besok

- Siswa diberikan akses pendidikan
- Kemensos bertanggungjawab penyelenggaraan Sekolah Rakyat
- Banyak anak dari keluarga miskin tidak mendapatkan pendidikan
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2025). Presiden dijadwalkan hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan para kepala daerah.
Acara peluncuran dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS).
“Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan, Minggu (11/1/2025).
1. Siswa diberikan akses pendidikan

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang selama ini luput dari proses pembangunan.
"Mereka kemudian diberi akses, akomodasi, dan kesempatan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas serta orangtuanya mendapat program pemberdayaan," ucapnya.
2. Kemensos bertanggungjawab penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Menurutnya, Kemensos bertanggung jawab atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat karena program ini menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.
“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.
3. Banyak anak dari keluarga miskin tidak mendapatkan pendidikan

Ia menjelaskan, pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan. Hal ini diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah.
“Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah, sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.


















