Prabowo Berkomitmen Perjuangkan Kesetaraan Gender Perempuan

Jakarta, IDN Times - Calon Presiden Nomor Urut Dua, Prabowo Subianto, menyampaikan keinginannya untuk mendukung perempuan dengan membuka kesempatan berkembang yang lebih luas bagi mereka.
Prabowo menilai hingga saat ini masih ada ketimpangan kesempatan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Menurut dia, perempuan cenderung mengalami lebih banyak rintangan, baik dari lingkungan terkecil seperti keluarga, hingga tradisi yang berkembang di masyarakat.
Salah satu contoh nyata adalah yang terjadi di bidang politik. Rintangan yang masih kerap ia temui yaitu suami atau orang tua yang tidak mengizinkan perempuan itu untuk melangkah lebih jauh.
"Kita ingin memberi tempat lebih banyak kepada calon-calon (legislatif) perempuan, tapi sering suaminya tidak mengizinkan istrinya kampanye jauh-jauh dari rumah," kata Prabowo dalam Dialog Pers dan Capres yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesiadi (PWI) di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/1/2023).
1. Indonesia catatkan sejarah beri kesempatan perempuan jadi pemimpin

Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto dalam Dialog Pers dan Capres yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesiadi (PWI) di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/1/2023) (dok. Tim Prabowo) Dia melanjutkan, sebetulnya tidak masalah memberikan wadah bagi perempuan untuk maju. Sebab dalam sejarah Indonesia, banyak jabatan pemimpin yang telah diisi oleh perempuan. Di antaranya Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri saat ini dijabat perempuan. Selain itu, Indonesia juga pernah dipimpin oleh seorang perempuan.
"Saya kira pemimpin-pemimpin bangsa tidak ada masalah dengan perempuan untuk maju," sambung dia.
Prabowo mengatakan kini sudah banyak perempuan yang menempuh jenjang pendidikan sarjana yang mendalami ilmu kimia, matematika, hingga teknik mesin. Dengan demikian, ia meyakini kiprah perempuan ke depan akan lebih menonjol di banyak bidang.
2. Prabowo percaya kebebasan pers berperan kendalikan penguasa

Capres nomor urut tiga, Prabowo Subianto saat menghadiri diskusi bersama PWI (4/1/2024). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan keyakinannya soal kebebasan pers mampu mengawal kemajuan demokrasi di Indonesia. Prabowo menilai, kebebasan pers menjadi penyeimbang informasi dalam berdemokrasi. Sebab dengan begitu, masyarakat mampu mengetahui kondisi dan perkembangan Indonesia yang sebenarnya terjadi.
Oleh sebabnya, Ketua Umum Gerindra itu meyakini kebebasan pers bisa menjadi kontrol terhadap pemerintah yang berkuasa.
"Kebebasan pers itu adalah check and balance, itu untuk mengendalikan penguasa. Kebebasan pers yang dinamis, pers yang kalau perlu keras, terkadang sakit hati kita kalau baca, tetapi itu mengendalikan kita, itu memberi tahu kita there’s something wrong ada masalah di negara kita,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya merupakan seseorang yang mengedepankan demokrasi. Sehingga, apabila dia terpilih nanti di Pemilu 2024, akan berkomitmen memperjuangkan demokrasi.
“Saudara-saudara saya orang yang percaya dengan demokrasi. Saya kira saya sudah buktikan komitmen saya terhadap demokrasi,” ucap dia.
3. Kelakar Prabowo soal dianggap muka kudeta

Capres nomor urut tiga, Prabowo Subianto saat menghadiri diskusi bersama PWI (4/1/2024). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Lebih lanjut, kata Prabowo, banyak pihak yang menilai dirinya ingin melakukan kudeta. Dia lantas berkelakar soal tampang kudeta. Dia lantas membantah soal tudingan tersebut. Prabowo menegaskan punya komitmen kuat terhadap demokrasi.
"Saya dulu tentara banyak menuduh, saya ini dan itu, mau kudeta. Ya kan tapi saya tidak kudeta berkali-kali gak tahu muka saya, muka kudeta kali, tapi tidak," ungkap dia sambil tertawa.
"Saya percaya demokrasi, saya ikut proses demokrasi puluhan tahun saya ikut konvensi di Golkar. Waktu di situ saya lihat milih gak cocok sama saya. Saya bikin partai baru setapak demi setapak demi setapak saya ikut pemilu sudah ke berapa kali," lanjut Prabowo.






















