Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo: Kalau Mau Ganti Saya Tunggu 2029, Jadi Negara Beradab

Prabowo: Kalau Mau Ganti Saya Tunggu 2029, Jadi Negara Beradab
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)
Intinya Sih
  • Prabowo menegaskan pihak yang ingin menggantinya harus menunggu Pemilu 2029, agar proses pergantian kepemimpinan berjalan secara sah dan beradab.
  • Ia menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas serta pembenahan aparat dan lembaga negara agar tidak ada pihak yang merasa kebal atau lebih kuat dari atasan.
  • Prabowo mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kerusuhan dalam upaya menurunkannya, karena hal itu hanya akan merugikan negara secara keseluruhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan kepada para pihak yang tidak ingin ia menjadi orang nomor satu di Indonesia, untuk menunggu hingga 2029. Sebab di tahun tersebut, ada pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden baru.

Prabowo ingin, ada pertarungan yang sah untuk tidak menjadikannya sebagai Presiden RI. Hal itu Prabowo sampaikan saat wawancara dengan jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, Selasa, 17 Maret 2026.

"Mau ganti saya? Tunggu dong 2029. Jadi negara yang beradab. Sabar. Tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana (Najwa Shihab) harus objektif juga sebagai seorang tokoh, bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara," ujar Prabowo.

1. Prabowo bertekad ingin menegakkan hukum

Prabowo: Kalau Mau Ganti Saya Tunggu 2029, Jadi Negara Beradab
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Prabowo menegaskan, saat menjadi Presiden, ingin menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Prabowo kemudian menyampaikan, tidak ingin aparat di Indonesia berperilaku buruk dan melanggar hukum.

"Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini? Kalau itu dari aparat. Dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya," kata dia.

2. Prabowo tak mau ada bawahan yang merasa paling kuat

Prabowo: Kalau Mau Ganti Saya Tunggu 2029, Jadi Negara Beradab
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Selain itu, prabowo mengatakan, tidak mau ada bawahan yang merasa paling kuat. Bahkan, lebih kuat dari menterinya.

"Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri. Akhirnya kita pecat kan, banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable. Ada lembaga-lembaga yang merasa gak boleh diaudit. Ini ini pekerjaan tidak ringan," kata dia.

"Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat, ya kan? Ini pekerjaan saya, saya dilantik untuk itu, saya bersihkan. BUMN saya sedang bersihkan. BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar. Memang ini masalah Indonesia gitu lho. Di mana-mana. Iya kan?" sambungnya.

3. Jangan sampai ada kerusuhan untuk menurunkan Prabowo

Prabowo: Kalau Mau Ganti Saya Tunggu 2029, Jadi Negara Beradab
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/3/2026) (dok. Tim Media Presiden)

Dalam kesempatan itu, Prabowo kemudian meminta jangan sampai ada kerusuhan untuk menurunkannya sebagai Presiden. Sebab, yang akan menanggung kerugian adalah negara.

"Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini rakyat yang di bawah itu dukung saya. Kalau memang rakyat tidak suka sama saya, bisa turun ke jalan ramai-ramai. Tapi mereka tahu, kalau rusuh, semua negara yang rugi," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More