Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Terima Laporan Ada 12.956 Titik Panas di Sumatra Selatan

Prabowo Terima Laporan Ada 12.956 Titik Panas di Sumatra Selatan
Presiden Prabowo Subianto rapat penanggulangan karhutla di Sumatra Selatan (Youtube.com/Sekretariat Presidn)
  • Hingga 23 Agustus 2026, Sumatra Selatan mencatat 12.956 titik panas dan 1.723 kejadian karhutla; Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, 2.435 titik.
  • Lonjakan hotspot paling tajam terjadi pada Agustus, mencapai 8.044 titik hingga 23 Agustus dibanding 2.096 titik sepanjang Juli; luas lahan terbakar tercatat 1.926 hektare.
  • Kualitas udara Palembang masuk kategori sangat tidak sehat, sementara penanganan karhutla melibatkan 11.567 personel dan status siaga darurat telah ditetapkan sejak 22 April 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan tentang perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel). Hingga 23 Agustus 2026, tercatat ada 12.956 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Sumatra Selatan, Iqbal Alisyahbana, menyampaikan laporan itu kepada Presiden Prabowo dalam rapat penanggulangan Karhutla di Sumatra Selatan.

"Mohon izin Bapak Presiden, kami akan menjelaskan situasi kondisi Karhutla di Sumatra Selatan per hari ini. Jumlah hotspot yang terjadi di Sumatra Selatan, total ada 12.956 titik hotspot yang mana di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir peringkat pertama sebesar 2.435 titik hotspot, dilanjutkan dengan Kabupaten Musi Banyuasin 2.139 titik hotspot, dan Kabupaten Muara Enim 1.909 titik hotspot," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, peningkatan titik panas paling signifikan terjadi pada Agustus 2026. Pada Juli tercatat 2.096 titik panas, sedangkan hingga 23 Agustus jumlahnya telah mencapai 8.044 titik.

"Jumlah titik hotspot ini sangat meningkat pada bulan Agustus ini yang mana bulan Juli ada 2.096 titik hotspot, meningkat bulan Agustus sampai dengan tanggal 23 ada 8.044 titik hotspot yang terjadi di Sumatra Selatan. Selanjutnya, luas lahan terbakar di Sumatra Selatan sampai dengan 23 Agustus sebesar 1.926 hektare yang mana luas lahan terbakar ini Sumatra Selatan menempati peringkat ke-18 dari 36 provinsi yang ada di Indonesia," ujar dia.

Selain perkembangan titik panas dan luas lahan terbakar, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Selatan turut menjadi perhatian. Dari pemantauan indeks standar pencemar udara (ISPU), hanya dua wilayah yang masih berada dalam kategori baik.

"Selanjutnya, untuk indeks pencemaran udara ISPU di Kota Palembang dan di sembilan kota lainnya di Sumatra Selatan hanya dua kota yang masih dalam kategori baik yaitu di Musi Rawas dan Musi Selatan. Untuk di Kota Palembang sendiri kondisi ISPU ini masuk di kategori sangat tidak sehat," kata dia.

Iqbal juga melaporkan jumlah kejadian karhutla di Sumatra Selatan. Hingga 23 Agustus 2026, tercatat ada 1.723 kebakaran.

"Selanjutnya, untuk rekapitulasi kejadian Karhutla di Sumatra Selatan sampai dengan periode 23 Agustus 2026, ada 1.723 kejadian yang mana Kabupaten Ogan Komering Ilir itu mendapat peringkat pertama. Total kejadian kebakaran ada 292 kejadian, dilanjutkan dengan Kabupaten Musi Banyuasin 214 kejadian, dan Ogan Komering Ilir ada di 201 kejadian," ujar Iqbal.

"Selanjutnya di kabupaten lainnya seperti Banyuasin dan Muara Enim. Kami laporkan kepada Bapak Presiden jumlah personel penanggulangan Karhutla di Sumatra Selatan total ada 11.567 yang terdiri dari berbagai unsur, di antaranya dari BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Polhut, dan Pol PP serta kelompok tani peduli api, masyarakat peduli api, RPK perusahaan, dan RPK HTI," ujar dia.

Pemerintah Provinsi Sumsel bersama berbagai unsur terkait telah mengerahkan ribuan personel untuk menangani karhutla di Sumatra Selatan. Upaya tersebut mencakup pencegahan, pemadaman, pemantauan hingga penegakan hukum.

"Selanjutnya, upaya penanggulangan Karhutla di Sumatra Selatan di antaranya yang pertama penetapan status siaga darurat yang mana Gubernur sudah menetapkan status siaga pada tanggal 22 April 2026 diikuti 12 daerah kabupaten lainnya di kota Sumatra Selatan yang menjadi daerah prioritas," kata dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More