Pramono: Jakarta Terbuka, tapi Tak Semua Orang Bisa Bertarung

- Pramono Anung menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun, namun pendatang diharapkan datang dengan kesiapan dan kemampuan yang sesuai kebutuhan pemerintah serta dunia usaha ibu kota.
- Ia mengingatkan kehidupan di Jakarta tidak mudah, sehingga pendatang harus siap bekerja keras dan tidak hanya berharap pada janji atau gambaran manis tentang ibu kota.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi pasca-Lebaran, sekaligus memberangkatkan 33.902 peserta dalam Program Mudik Gratis 2026 yang meningkat 34 persen dari tahun sebelumnya.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan mencari kehidupan di ibu kota.
Namun, ia mengingatkan para pendatang agar datang dengan kesiapan dan kemampuan yang dibutuhkan di Jakarta.
"Kami mengharapkan siapapun yang akan kembali dan masuk Jakarta, Jakarta terbuka. Tetapi sekali lagi, orang yang datang ke Jakarta harapannya adalah orang yang dengan kemampuan seperti yang dibutuhkan Pemerintah Jakarta saat ini ataupun dunia usaha yang ada di Jakarta," ucap Pramono di Monas, Selasa (17/3/2026).
1. Kehidupan Jakarta tidak mudah

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan di Jakarta tidak selalu mudah seperti yang dibayangkan banyak orang. Menurutnya, masyarakat yang datang harus siap bekerja keras untuk dapat bertahan dan berkembang di ibu kota.
"Kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja, ternyata tidak. Harus bekerja keras. Jadi Jakarta terbuka bagi siapa saja. Tetapi jangan menjanjikan sesuatu yang ngiming-ngimingi atau mengharapkan sesuatu, yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta," katanya.
2. Tidak ada operasi yustisi

Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi terhadap para pendatang setelah Lebaran.
"Jakarta tidak akan ada operasi yustisi. Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk datang. Karena saya lihat hampir semua yang duduk di depan ini semuanya dulu mengadu nasib ke Jakarta. Termasuk Gubernur, Wakil Gubernurnya," ucapnya.
3. Lebih dari 33 ribu pemudik berangkat dari Monas

Dalam Program Program Mudik Gratis 2026, Pemprov DKI Jakarta memberangkatkan 33.902 peserta dari kawasan Monumen Nasional (Monas).
Pramono mengatakan jumlah peserta mudik gratis tahun ini mencapai lebih dari 33 ribu orang dan meningkat sekitar 34 persen dibandingkan tahun lalu.
"Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas mudik yang aman dan nyaman terus meningkat,” ungkapnya.
















