Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral! Pelecehan Lagi di KRL, Pelaku Sembunyi di Bawah Peron

Viral! Pelecehan Lagi di KRL, Pelaku Sembunyi di Bawah Peron
Stasiun KRL Kebayoran. (dok. KAI Commuter)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Seorang pengguna KRL bernama Andine mengalami pelecehan seksual di Stasiun Kebayoran saat pelaku bersembunyi di bawah peron dan mengarahkan ponsel ke arah rok korban.
  • Andine langsung melapor ke pihak KAI Commuter serta membagikan video kejadian di media sosial agar perempuan lain lebih waspada dan berani melapor jika mengalami hal serupa.
  • Pihak KAI Commuter menindaklanjuti laporan dengan menyusuri peron dan memeriksa CCTV, namun belum menemukan pelaku, sambil mengimbau pengguna untuk segera melapor bila melihat tindakan mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Aksi pelaku pelecehan seksual di KRL Commuter Line makin meresahkan. Pada Sabtu, (2/5/2026), seorang pengguna KRL menceritakan pengalaman buruknya di media sosial Threads dan Instagram.

Kala itu, dia sedang menggunakan KRL tujuan Tanah Abang. Insiden buruk dimulai saat kereta yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Kebayoran. Dia sedang berdiri di dekat pintu gerbong perempuan. Lalu, dia menyadari ada kaki bersandal hitam di bawah peron.

Perlu diketahui, sebagian peron di Stasiun Kebayoran menggunakan peron semipermanen yang terbuat dari baja. Di bagian bawah peron itu ada ruang kosong, tidak seperti peron permanen yang terbuat dari beton.

Peron semipermanen di Stasiun Kebayoran berfungsi sebagai peron tambahan untuk melayani naik-turun penumpang di gerbong-gerbong depan/belakang, termasuk gerbong perempuan.

1. Pelaku pelecehan seksual mengarahkan ponsel ke pengguna KRL di gerbong perempuan

Viral! Pelecehan di KRL, Pelaku Sembunyi di Bawah Peron
Pelaku pelecehan seksual bersembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran. (Threads.com/@andinewst)

Insiden itu terjadi sekitar pukul 18.58 WIB. Dia mengatakan, sosok laki-laki yang bersembunyi di bawah peron mengarahkan ponsel dan mengintip ke bawah rok yang dikenakannya. Sontak dia pun berteriak dan para pengguna KRL di gerbong perempuan juga melihat sang pelaku.

Mereka pun meneriaki pelaku, sampai akhirnya pelaku mundur dan menjauh. Dia juga sempat merekam momen itu dan membagikan videonya di media sosial. Sosok laki-laki itu sempat terekam dalam video.

2. KCI tindaklanjuti laporan

ilustrasi KRL (IDN Times/Herka Yanis)
ilustrasi KRL (IDN Times/Herka Yanis)

Pengguna KRL itu mengaku sudah melaporkan insiden tersebut ke pihak KAI Commuter di stasiun. Dia berharap KAI Commuter bisa segera menangkap pelaku.

“Saya berharap pelaku segera tertangkap karena saya yakin ini bukan pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini. Saya membagikan cerita ini supaya perempuan lain lebih waspada terutama saat berdiri di dekat pintu kereta. Jangan pernah ragu untuk teriak dan melapor kalau mengalami hal serupa,” tulis dia di Threads.

3. KCI belum menangkap pelaku

WhatsApp Image 2025-09-01 at 10.00.34.jpeg
Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Sementara itu, Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan, setelah menerima laporan dari tersebut, petugas KCI langsung menyusuri peron Stasiun Kebayoran.

“Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut,” kata Leza dalam keterangan resmi.

Sayangnya, petugas KCI tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut. Leza mengatakan, petugas juga telah menelusuri melalui rekaman CCTV di area stasiun, tetapi dari rekaman yang ada juga tidak terlihat orang yang mencurigakan.

KAI Commuter kemudian mengucapkan terima kasih kepada pengguna atas informasi yang disampaikan kepada petugas dan mengimbau seluruh pengguna untuk tidak segan-segan melaporkan secara langsung kepada petugas jika merasa atau melihat kejadian yang mecurigakan untuk penanganan awal.

“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespon  laporan-laporan yang mencurugakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” ucap Leza.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More