Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Proyek Tol Cisumdawu Mandek, Jokowi: Ini Jalan Tol Penting Sekali

Proyek Tol Cisumdawu Mandek, Jokowi: Ini Jalan Tol Penting Sekali
Presiden Joko Widodo (tengah). Dok. Biro Pers Kepresidenan
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo menyoroti lambatnya pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat. Padahal menurut Jokowi keberadaan tol tersebut sangat penting.

"Ini jalan tol penting sekali tapi terhambat. Saya melihat ada proses pembebasan lahannya yang terhambat," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, (7/7/2020).

  1. 1. Hambatan pembangunan tol salah satunya karena adanya masalah pengembalian dana talangan tanah

    Dok. Biro Pers Kepresidenan
    Dok. Biro Pers Kepresidenan

    Mengenai hambatan pembangunan Tol Cisumdawu itu, Jokowi mengatakan salah satunya karena masalah pengembalian dana talangan tanah yang terhambat. Hal itu pun karena terkendala masalah administrasi.

    "Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan terutama Kementerian ATR/BPN," ucap Jokowi.

  2. 2. Hambatan terjadi karena belum lengkapnya aturan teknis pelaksana

    Dok. Biro Pers Kepresidenan
    Dok. Biro Pers Kepresidenan

    Jokowi juga menilai permasalahan ini terjadi karena masih belum lengkapnya peraturan teknis pelaksana, baik di Kementerian ATR/BPN maupun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    "Ini saya minta segera diselesaikan, dirampungkan semuanya. Kita butuh percepatan karena ini akan menyangkut juga Bandara Kertajati," jelasnya.

  3. 3. Jokowi ingin kendala teknis dan aturan harus dilihat per kasus

    Kunjungan Presiden Jokowi ke Jawa Tengah. www.presidenri.go.id
    Kunjungan Presiden Jokowi ke Jawa Tengah. www.presidenri.go.id

    Jokowi lalu mengatakan kendala aturan teknis dan prosedur administrasi selalu terjadi berulang-ulang. Ia pun ingin penyelesaiannya harus dilihat per kasus.

    "Penyelesaiannya secara kasus per kasus, tidak kita buat regulasi yang sederhana, yang ringkas, yang cepat. Sebetulnya solusinya itu," tuturnya.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More