Prabowo Puji Bahlil Lahadalia: Kecerdasan Bukan Hanya dari Sekolah

- Presiden Prabowo Subianto memuji kecerdikan Bahlil Lahadalia, menegaskan kecerdasan menurutnya tidak semata ditentukan sekolah atau latar pendidikan formal.
- Prabowo menilai Bahlil punya keluwesan komunikasi dan diplomasi, memadukan gaya tegas Indonesia Timur dengan kesantunan yang disebut dipengaruhi istrinya dari Jawa.
- Meski sedang flu dan sempat berencana absen, Prabowo tetap menghadiri peluncuran buku Bahlil setelah menerima ajakan diplomatis darinya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian atas kecerdikan Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Dalam kelakarnya, ia menilai tingkat kecerdasan seseorang tak selalu ditentukan menterengnya almamater atau latar belakang pendidikan formal.
“Dan kecerdasan itu bukan dari sekolah, menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang, kita buktikan lagi, Pak Bahlil, saya kira sekolahnya gak terlalu terkenal, Pak Bahlil,” ujar Prabowo saat menghadiri peluncuran buku Bahlil Lahadalia di Jakarta.
“Kalau dicari di Google, kampusnya sudah ngga ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana ya. Tidak menjamin sekolahnya di mana. Kecerdasan itu mungkin didapat dari, jelas, dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya bahwa surga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar,” sambungnya.
1. Prabowo puji keluwesan diplomasi Bahlil Lahadalia

Prabowo menyoroti karakter unik Bahlil yang dinilainya pandai membawa diri dibanding stereotip masyarakat Indonesia Timur pada umumnya. Menurutnya, kemampuan keluwesan berkomunikasi Bahlil tidak lepas dari sentuhan dan pengaruh sang istri yang berasal dari Jawa.
“Dan memang kelebihan beliau yang ini jarang dimiliki oleh orang dari Indonesia Timur. Beliau mungkin itu pengaruh istri yang dari Jawa. Ini jasa istri,” kata Prabowo sembari berseloroh.
Prabowo menambahkan, kultur masyarakat Indonesia Timur umumnya identik dengan gaya bicara yang tegas dan terbiasa blak-blakan. Namun, Bahlil dinilai berhasil memadukan ketegasan tersebut dengan kesantunan budaya lokal sehingga lebih mudah diterima publik.
“Coba kalau Anda, ya karena saya ini setengah Indonesia Timur juga. Jadi orang Indonesia Timur itu ciri khasnya itu ya ciri khasnya, blak-blakan. Di alam Indonesia kadang-kadang tidak boleh terlalu blak-blakan,” ucap dia.
"Nah, ini saya kira pengaruh ibu istrinya Pak Bahlil ini. Jadi Anda berhasil agak menjinakkan orang Indonesia Timur. Orang Indonesia Timur itu keras, cepat naik. Tapi saya perhatikan, ini beliau orang Indonesia Timur tapi pandai," sambung Prabowo.
2. Kelakar Prabowo soal kemampuan Bahlil mencairkan suasana

Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengagumi kepiawaian Bahlil dalam membangun komunikasi interpersonal yang hangat. Bahlil dinilai memiliki seni diplomasi khusus hingga mampu mencairkan suasana dan membuat Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo kerap tertawa lepas.
“Kalau aku lihat, beliau bisa bikin Pak Jokowi ketawa. Orang Solo itu susah ketawa sebenarnya. Orang Solo itu kalem,” tutur Prabowo.
3. Tetap hadir meski flu, Prabowo akui 'kena rayu' Bahlil

Di akhir sambutannya, Prabowo mengaku sebenarnya sedang tidak fit akibat terserang flu. Kendati demikian, bujukan halus dari Bahlil membuatnya tetap melangkah hadir langsung ke lokasi acara.
“Saya ini lagi flu. Aku sudah izin sama beliau. 'Pak Bahlil, besok mungkin saya nggak hadir ya peluncuran buku Anda'” Siap Pak, Terserah Bapak. Kita kan yang penting batin kita, kan. Walaupun tidak ketemu fisik, tapi siap Pak, Terserah Bapak. Tapi kalau kuat, ya mohon hadir Pak,” uja Prabowo menirukan percakapannya.
Respons diplomatis khas Jawa dari Bahlil itulah yang akhirnya meluluhkan niat Prabowo untuk beristirahat.
“Nah, susah ini, bahaya. Orang Indonesia Timur kawin sama orang Jawa, bahaya ini. Dia belajar ilmu, ya. Jadi orang Jawa itu repotnya begitu. Apa itu istilahnya? Ya, ada ilmunya lah menghadapi orang Jawa itu,” pungkasnya.


















