Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Suasana Rumah Pegawai KKP yang Hilang Kontak Saat Naik Pesawat 42-500

WhatsApp Image 2026-01-18 at 00.58.33.jpeg
Suasana rumah Ferry Irawan di Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya sih...
  • Rumah pegawai KKP, Ferry Irawan, yang hilang kontak saat naik pesawat ATR 42-500 dari Yogyakarta menuju Makassar, menyelimuti suasana cemas.
  • Terdapat tiga pegawai KKP dalam penerbangan itu, melakukan fungsi misi pengawasan sumber daya Kelautan dan Perikanan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.
  • Seluruh penumpang dan kru pesawat masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan di wilayah pegunungan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Suasana cemas menyelimuti rumah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ferry Irawan, yang hilang kontak saat menaiki pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Pantauan IDN Times sekitar pukul 00.20 WIB menunjukkan rumah Ferry di Jalan Haji Kunen, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, masih didatangi sejumlah keluarga yang menunggu kabar terkini.

Sejumlah pegawai KKP turut berjaga untuk memberikan dukungan sekaligus memantau perkembangan informasi.

Terdapat tiga pegawai KKP yang ikut dalam penerbangan itu, yakni Ferry Irawan, analis pengamat berpangkat Penata Muda Satu; Deden Mulyana, pengelola barang milik negara dengan pangkat sama; dan Yoga Naufal, operator udara pesawat.

"Perlu kami sampaikan bahwa terdapat pegawai KKP di pesawat tersebut yang melakukan fungsi misi pengawasan sumber daya Kelautan dan Perikanan, melalui udara atau air surveilance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers di Kantor KKP, Sabtu malam.

Menurut update terakhir dari Kepala Kantor SAR Nasional Makassar yang dikomunikasikan tim Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), pukul 19.20 WIB, seluruh penumpang dan kru pesawat masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Direktur Utama IAT, Tri Adi Wibowo, mengklarifikasi jumlah kru pesawat. Ia menegaskan jumlah kru yang onboard adalah tujuh orang, bukan delapan seperti informasi yang beredar.

“Saya menginformasikan dari PT IAT bahwa klarifikasi, bahwa kru yang on board ada 7," kata Tri Adi dalam konferensi pers di KKP, Jakarta.

Kru pesawat terdiri dari kapten Andy Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dim Murdiono, serta tim kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilia.

"Jadi ada yang beredar ada delapan, kami sampaikan hanya tujuh orang," bebernya.

Tri Adi menyampaikan keprihatinannya atas insiden ini.

“Kami turut prihatin juga dan kami akan menunggu juga proses pencarian dari basarnas. Tim kami sudah meluncur ke Makassar,” katanya.

Pencarian oleh Basarnas dan tim SAR gabungan masih berlangsung, dengan koordinasi penuh antara AirNav, TNI AU, dan kepolisian, fokus di wilayah pegunungan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, sesuai prosedur search and rescue nasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Wamen KKP Datangi Keluarga Korban

18 Jan 2026, 01:44 WIBNews