Survei: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran 63,2 Persen

- Poltracking mencatat kepercayaan publik kepada pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 63,2 persen dan terus menurun dibandingkan Oktober 2025.
- Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan tercatat 55,1 persen, sementara 40,2 persen responden menyatakan tidak puas.
- Ekonomi menjadi bidang dengan kepuasan terendah, yakni 41,8 persen, dalam survei terhadap 1.220 responden.
Jakarta, IDN Times - Lembaga survei Poltracking Indonesia mengungkap tren penurunan kepercayaan dan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto-Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Fenomena tersebut terekam dalam survei terbaru Poltracking yang dirilis pada Senin (31/8/2026).
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 63,2 persen. Sementara 32,5 persen responden menyatakan tidak percaya dan 4,3 persen tidak menjawab.
"Ini trennya (tingkat kepercayaan publik) menurun dari 81,5 persen pada Oktober 2025; Maret 2026 menjadi 75,1 persen; Mei 2026 74,2 persen; Juli 2026 65 persen; dan Agustus 63,2 persen," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Senin.
1. Tingkat kepuasan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran juga menurun

Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (dok. Setwapres) Survei itu juga merekam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang saat ini berada di angka 55,1 persen. Sementara 40,2 persen merasa tidak puas dan 4,7 persen tidak tahu.
"Angkanya kalau dibaca (yang puas) memang masih mayoritas, tetapi angka ini angka yang rendah. Angka yang penting untuk diperhatikan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, pada seluruh anggota kabinet lembaga negara. Artinya ada penurunan yang cukup signifikan di dua bulan terakhir terhadap tingkat kepuasan," ucap Hanta.
Hanta menjelaskan, tren kepuasan publik terhadap pemerintah terus mengalami penurunan. Di mana pada survei Oktober 2025 lalu, kepuasan publik mencapai 78,1 persen. Lalu berangsur anjlok pada Maret 2026 menjadi 74,1 persen; Mei 2026 72,2 persen; Juli 2026 58,4 persen; dan Agustus 2026 55,1 persen.
2. Ekonomi jadi bidang yang tidak memuaskan bagi publik

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menyaksikan parade defile HUT ke-80 Bhayangkara, di Mako Brimob, Cikeas, Rabu (1/7/2026). (Youtube/IDNTimes) Poltracking juga mencatat sejumlah bidang dengan kepuasan tertinggi dan terendah. Bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasaan terendah, hanya memperoleh angka 41,8 persen.
Kemudian di atasnya ada bidang hukum dan pemberantasan korupsi dengan kepuasaan 48,3 persen; politik dan stabilitas nasional 51,9 persen; pertahanan dan keamanan 61,6 persen; kesehatan 62,6 persen; sosial budaya 63,7 persen; dan pendidikan 63,9 persen.
3. Survei digelar 14 sampai 20 Agustus

Ilustrasi survei. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sementara, peneliti Poltracking Indonesia, Masduri Arawi mengatakan, wawancara survei dilaksanakan secara tatap muka langsung pada 14 sampai 20 Agustus 2026.
"Populasi survei WNI yang sudah memiliki hak pilih, metode multistage random sampling. Jumlah survei 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," jelas dia.




















