Target 32.640 Siswa Sekolah Rakyat, Mensos: Jangan Salah Sasaran!

- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan percepatan rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat harus tetap tepat sasaran dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
- Gus Ipul meminta evaluasi tata kelola pengadaan serta penyerapan anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun dan mendorong kerja sistemik, bukan personal.
- Hingga kini telah dijangkau 12.676 calon siswa dari target 32.640, sementara 14.936 siswa masih aktif belajar di 166 Sekolah Rakyat.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta jajarannya mempercepat penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dengan tetap menjaga ketepatan sasaran.
Proses rekrutmen siswa selain mengejar jumlah juga harus benar-benar menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan.
“Tolong dipercepat! Tapi, meskipun cepat tidak boleh tidak tepat sasaran! Jangan juga lupa siswa harus mencakup SD, SMP, SMA. Jika teman-teman mengalami kesulitan, bisa langsung turun bersama Pak Bupati,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
1. Evaluasi tata pengelolaan pengadaan

Dia juga meminta evaluasi tata kelola pengadaan dan penyerapan anggaran program Sekolah Rakyat. Gus Ipul menilai, pengadaan harus dibenahi sejak tahap perencanaan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita dituntut melakukan penyerapan anggaran sesuai target, tetapi praktiknya sering kali pengadaan menumpuk di akhir tahun dan akhirnya kejar tayang,” ujar dia.
2. Kerja harus sistemik

Gus Ipul mengatakan, sejumlah catatan yang masih ditemukan dalam proses pengadaan, mulai dari perencanaan pagu yang minim pertimbangan, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang terlambat, HPS yang tidak matang, hingga administrasi yang kurang tertib.
“Jangan terlalu nyaman dengan orang-orang tertentu. Kerja harus sistemik, bukan personal,” kata dia.
3. Penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat telah mencapai 12.676 anak

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kemensos, Faisal, melaporkan, hingga saat ini proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat telah mencapai 12.676 anak.
Rinciannya, terdiri dari 4.328 calon siswa SD, 4.604 calon siswa SMP, dan 2.935 calon siswa SMA. Proses penjaringan masih terus berlangsung hingga jelang tahun ajaran baru.
Pemerintah menargetkan siswa baru yang akan diterima pada tahun ini sebanyak 32.640 siswa. Sementara jumlah existing siswa yang sudah belajar di 166 Sekolah Rakyat sebanyak 14.936 siswa.


















