Bantu Ekonomi Masyarakat, Ini 4 Terobosan Pariwisata di Kota Madiun

Madiun, IDN Times - Dampak pandemik masih menimpa banyak daerah di Indonesia, salah satunya pada kegiatan ekonomi. Berbagai upaya dilakukan untuk memulihkannya supaya kondisi masyarakat kembali seperti sedia kala. Salah satunya dilakukan Pemkot Madiun lewat banyak terobosan di daerahnya.
Daerah yang dipimpin Wali Kota Maidi ini tak tanggung-tanggung melakukan hal itu. Salah satunya dengan memaksimalkan berbagai upaya di sektor pariwisata. Bagaimana terobosan yang dilakukan Pemkot Madiun? Berikut ulasannya.
1. Gerakan penanaman bibit pohon secara serentak

Wali Kota Maidi bersama jajaran OPD menggelar penanaman ratusan bibit pohon di kawasan Ngrowo Bening Edupark, Kamis (31/3). (Instagram/@pemkotmadiun_) . Komitmen menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan hidup terus dijalankan Pemkot Madiun. Terbaru Wali Kota Maidi bersama jajaran OPD menggelar penanaman ratusan bibit pohon di kawasan Ngrowo Bening Edupark, Kamis (31/3).
Sedikitnya 250 bibit pohon jambu air madu deli ditanam bersama. Hal itu dilakukan sekaligus sebagai peringatan Hari Bhakti Rimbawan dan peringatan Hari Air Sedunia. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maidi mengatakan bahwa ekosistem di muka bumi harus dijaga dan dirawat.
"Apabila dirawat semua kehidupan di muka bumi dijamin sempurna, tapi kalau dirusak kerusakan ekosistem membawa bencana di kehidupan," terangnya.
Melalui gerakan penanaman pohon secara serentak di Madiun, diharapkan mampu memperkuat infrastruktur sebagai ruang terbuka hijau dan pohon produktif bernilai ekonomi mampu membantu kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
2. Melakukan pembangunan infrastruktur

Pemkot Madiun meresmikan Kampung Ramadan (Instagram/@pemkotmadiun_) Dalam mendukung infrastruktur pendukung pariwisata Madiun, Wali Kota Maidi meresmikan Kampung Ramadan pada Jumat (1/4). Kampung Ramadan sendiri berisi para pelaku UMKM Kota Madiun yang berjualan kuliner di lokasi Mal.
"Saya pesan, UMKM yang serius, telaten dan jangan mudah putus asa. Pasti banyak tantangan, kegagalan pengusaha adalah awal kesuksesan," tutur Maidi.
Seperti diketahui, berbagai pembangunan infrastruktur dilakukan Pemkot Madiun untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan di Kota Madiun. Salah satunya, seperti Kampung Ramadan dan lapak UMKM. Untuk lapak UMKM sendiri, masyarakat ataupun wisatawan bisa menemuinya berupa lapak-lapak yang mengenalkan makanan khas di tiap kelurahan.
‘’Artinya, pasar kita tidak hanya Kota Madiun. Tapi, juga daerah lain. Kalau ada pendatang, artinya kebutuhan juga bertambah. Ini harus bisa ditangkap UMKM dengan aktif dan kreatif,’’ imbuhnya.
Bukan hanya itu, tahun lalu Kota Madiun dinobatkan sebagai Kota Ramah Sepeda. Hal ini tidak lain berkat infrastruktur pendukung pariwisata berupa Jalur Sepeda Wisata Madiun.
Penghargaan itu diberikan Bike To Work (B2W) Indonesia dalam ajang B2W Award 2021 di Ballroom Perpusnas Jakarta, Selasa (21/12). Wali Kota Madiun Maidi mengaku tak menyangka program jalur sepeda wisata mendapat apresiasi B2W.
Hal ini sendiri bisa dikatakan menandakan Kota Madiun peduli dengan olahraga sepeda. Pemkot Madiun pun sudah menyiapkan tiga jalur sepeda wisata, yakni, 10, 15, dan 25. Baik marka maupun rambu-rambu.
“Bersepeda ini tidak hanya sehat tetapi juga ramah lingkungan. Dan kota kita sudah memenuhi unsur itu,” tutur Maidi.
3. Menggelar pelatihan dan studi banding

Wali Kota Madiun mengajak 30 pedagang konveksi PBM untuk studi banding ke Tanah Abang, Jakarta, Kamis (17/3) (Instagram/@pemkotmadiun_) Upaya Wali Kota Madiun Maidi untuk menggenjot gairah perdagangan di area konveksi Pasar Besar Madiun (PBM) terus dipacu. Kamis (17/3), orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengajak 30 pedagang konveksi PBM untuk studi banding ke Tanah Abang, Jakarta. Hal ini salah satu upaya Madiun untuk menggenjot ekonomi daerahnya melalui pariwisata.
Di salah satu pusat perbelanjaan grosir terbesar nasional ini, para pedagang PBM diajak berkeliling untuk melihat langsung jenis-jenis barang yang dijual. Termasuk, mode fashion yang sedang digandrungi masyarakat saat ini. Hingga strategi permodalan agar sistem grosir bisa berjalan maksimal.
"Hari ini kita ajak pedagang konveksi Pasar Besar untuk belajar ke Tanah Abang. Dari sini, kami harap ada ide-ide berjualan yang bagus yang bisa diterapkan di Madiun," ujar wali kota.
Melalui kegiatan ini, mantan Sekda Kota Madiun itu berharap pola pikir pedagang berubah. Yakni, dari yang menjual eceran menjadi grosir. Sehingga, nantinya lantai 2 PBM bisa menjadi pusat grosir terbesar bagi wilayah Jawa Timur bagian Barat.
"Dengan koneksi antara PBM dan Tanah Abang ini harapannya masalah-masalah itu bisa teratasi. Sehingga, gairah perdagangan di PBM lantai 2 itu bisa hidup kembali," imbuhnya.
Kepada pedagang, Wali Kota berpesan agar memanfaatkan momen ini dengan baik. Kemudian, dapat mengaplikasikannya di Kota Madiun. Bahkan, bisa mewujudkan visi wali kota untuk menjadikan PBM sebagai pusat grosir untuk daerah sekitarnya.4. Mematangkan konsep wisata

Wali Kota Madiun Maidi dikukuhkan sebagai ketua IPHI Kota Madiun. (Instagram/@pemkotmadiun_) Wali Kota Madiun Maidi dikukuhkan sebagai ketua IPHI Kota Madiun oleh Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jatim Emil Elestianto Dardak.
"Selamat atas pelantikan pengurus IPHI Kota Madiun," tutur Wagub Emil.
Tak hanya mengukuhkan pengurus baru, Wagub Emil juga menyampaikan dukungannya terhadap konsep wisata manasik haji yang dipaparkan oleh Wali Kota Maidi. Diapun berkomitmen ke depannya akan membantu konsep ini dapat berjalan maksimal.
"Karena ini tidak hanya akan menjadi kebanggaan Kota Madiun saja, tapi juga Jawa Timur," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Maidi berharap dukungan dari Wagub Emil bisa meningkatkan semangat dalam mematangkan konsep wisata manasik haji.
"Sehingga, nantinya tidak hanya dinikmati oleh warga Kota Madiun saja. Tapi juga warga dari daerah lainnya yang ingin merasakan pengalaman manasik haji dengan pemandangan ikon dunia," tandasnya. (WEB)
.jpg)




















