Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[UPDATE] Masih Tinggi! Kasus COVID-19 di RI per Hari Ini Sudah 157.859

[UPDATE] Masih Tinggi! Kasus COVID-19 di RI per Hari Ini Sudah 157.859
Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penambahan 2.447 hari ini, Selasa (25/8/2020). Sesuai dengan data yang dirilis oleh Satgas COVID-19, total kasus COVID-19 pun meningkat menjadi 157.859.

Dalam tiga hari berturut-turut DKI Jakarta menyumbang kasus harian COVID-19 sebanyak 600 lebih. Hari ini ada 637 kasus. Sedangkan kemarin, Senin 24 Agustus 2020 menyumbang 633 kasus dan pada Minggu 23 Agustus 2020 615 kasus.

  1. 1. Sebaran COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

    ilustrasi tes usap atau PCR swab test (IDN Times/Arief Rahman)
    ilustrasi tes usap atau PCR swab test (IDN Times/Arief Rahman)

    Virus corona telah menyebar ke 485 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

    1. Aceh 1.261 kasus
    2. Bali 4.650 kasus
    3. Banten 2.637 kasus
    4. Bangka Belitung 231 kasus
    5. Bengkulu 300 kasus
    6. Yogyakarta 1.248 kasus
    7. DKI Jakarta 34.740 kasus
    8. Jambi 281 kasus
    9. Jawa Barat 9.670 kasus
    10. Jawa Tengah 12.826 kasus
    11. Jawa Timur 30.998 kasus
    12. Kalimantan Barat 605 kasus
    13. Kalimantan Timur 3.286 kasus
    14. Kalimantan Tengah 2.438 kasus
    15. Kalimantan Selatan 7.920 kasus
    16. Kalimantan Utara 360 kasus
    17. Kepulauan Riau 767 kasus
    18. Nusa Tenggara Barat 2.613 kasus
    19. Sumatera Selatan 4.202 kasus
    20. Sumatera Barat 1.736 kasus
    21. Sulawesi Utara 3.598 kasus
    22. Sumatera Utara 6.300 kasus
    23. Sulawesi Tenggara 1.365 kasus
    24. Sulawesi Selatan 11.568 kasus
    25. Sulawesi Tengah 239 kasus
    26. Lampung 369 kasus
    27. Riau 1.319 kasus
    28. Maluku Utara 1.779 kasus
    29. Maluku 1.742 kasus
    30. Papua Barat 659 kasus
    31. Papua 3.650 kasus
    32. Sulawesi Barat 360 kasus
    33. Nusa Tenggara Timur 172 kasus
    34. Gorontalo 1.970 kasus

  2. 2. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

    Ilustrasi warganet (IDN Times/Besse Fadhilah)
    Ilustrasi warganet (IDN Times/Besse Fadhilah)

    Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

    "Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

    Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

    Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

    "Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

    Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

    "Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

  3. 3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 23,8 juta orang

    Swab tes seorang wartawan di Puskesmas Andalas, Kota Padang, Sumatra Barat. IDN Times/Andri NH
    Swab tes seorang wartawan di Puskesmas Andalas, Kota Padang, Sumatra Barat. IDN Times/Andri NH

    Mengutip situs worldometers.info, hingga 25 Agustus 2020 pukul 15.40 WIB, secara global terdapat 23.827.030 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 5.916.630 kasus.

    Dari 23,8 juta kasus itu, 817.252 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 16.371.099 orang.

  4. 4. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

    Ilustrasi tes usap atau PCR Test. IDN Times/Irfan Fathurohman
    Ilustrasi tes usap atau PCR Test. IDN Times/Irfan Fathurohman

    Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

    Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

    Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

    Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

    Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

    Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

    Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

    Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

    Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More