Viral Aksi PSI Kirim Selebaran Langsung ke Rumah Warga

Jakarta, IDN Times - Jejaring media sosial dihebohkan dengan aksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengirim selebaran berisi informasi partai dan caleg ke rumah warga secara langsung. Aksi tersebut memunculkan kekhawatiran tersendiri di kalangan warganet.
Lewat akun media sosial X (dulunya Twitter) warganet waswas dengan bocornya informasi pribadi masing-masing. Mereka mempertanyakan dari mana PSI mengetahui alamat serta nama lengkapnya.
Dia mengaku keberatan karena menganggap alamat rumah dan nama lengkap merupakan privasi. Ada juga video singkat yang menampilkan seorang ojek online (ojol) mengirim surat ke rumah seorang warga.
1. PSI jelaskan tujuan pengiriman selebaran

(Twitter) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina, membenarkan surat tersebut berasal dari DPW PSI Jakarta. Mereka sengaja membuat dan mengirimkan surat tersebut untuk warga Jakarta untuk memperkenalkan rekam jejak politik PSI di DPRD.
"Harapan kami, dengan surat tersebut, warga Jakarta mendapatkan informasi apa saja yang sudah dilakukan oleh wakil rakyat mereka di DPRD selama lima tahun ini," kata dia kepada IDN Times, Sabtu (3/1/2024).
Elva memastikan PSI mengirimkan seleberan berbentuk surat itu sebagai bentuk memperkenalkan diri ke masyarakat.
"Surat-surat yang dikirim adalah bentuk dari keinginan kami secara tulus menyapa para pemilih dan mengenalkan platform dan para caleg sehingga bisa dikenal lebih dekat oleh pemilih," ujar Elva.
2. PSI ungkap asal muasal mendapat alamat dan nama lengkap warga

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina (Instagram/@eqolbina) Terkait keluhan dari mana PSI mendapat nama dan alamat warga dengan lengkap, Elva menegaskan data tersebut di dapat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia memastikan data kependudukan itu dapat diakses oleh seluruh partai politik peserta pemilu dan merupakan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2019 yang hanya berupa nama dan alamat saja.
"Data-data kami peroleh resmi dari KPU sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebab, semua partai politik diikutsertakan dalam proses penyusunan dan penetapan daftar pemilih. Sehingga, parpol bisa memberi masukan jika ada pemilih yang seharusnya terdaftar, tapi tidak terdaftar. Data yang diberikan KPU hanya berisi nama dan alamat, tidak meliputi NIK, tanggal lahir, dan lain-lain," kata Elva.
3. PSI minta maaf jika menimbulkan ketidaknyamanan

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina (Instagram/@eqolbina) Elva menyatakan pihaknya meminta maaf apabila kegiatan literasi politik itu mengakibatkan masyarakat tidak nyaman.
"Kami memohon maaf jika kegiatan literasi politik ini menimbulkan ketidaknyamanan," ujar Elva.






















