Grace Natalie Serukan Pemilu 1 Putaran: Bisa Cegah Polarisasi

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Grace Natalie mengungkapkan pentingnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 digelar satu putaran.
Dia menilai, pilpres satu putaran bisa mencegah risiko polarisasi di masyarakat.
1. Grace ungkap pilpres satu putaran bisa hemat anggaran dan cegah polarisasi

Grace menyampaikan, pilpres satu putaran bisa menghemat anggaran pemerintah. Dia meminta para pendukung membantu mengampanyekan program Prabowo-Gibran.
"Dan kita sangat butuh sekali habis deklarasi (relawan) ini tidak hanya hanya sekadar deklarasi tapi berharap semuanya bergerak yakinkan menjadi duta di tempat alumni-alumni masing-masing agar kita bungkus Februari sekali putaran saja," kata dia saat menerima dukungan dari Relawan Alumni dan Akademisi di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/1/2024).
"Gak usah panjang-panjang supaya anggaran pemerintah bisa hemat bisa untuk program yang langsung kena ke masyarakat kemudian juga pertarungan horizontal di masyarakat enggak usah panjang-panjang terbelahnya," lanjut Grace.
2. Grace minta para relawan alumni perguruan tinggi kawal kebijakan pemerintah

Politikus PSI itu meminta relawan yang berisi alumni dari Universitas Trisakti, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Pancasila, untuk mengawal jalannya demokrasi agar kebijakan pemerintah pro terhadap kepentingan rakyat.
"Kalau sudah bergerak jangan ada lagi yang teriak reformasi tapi kebijakannya gak pro rakyat, teriak reformasi tapi narasi kebencian," tutur Grace.
3. Jokowi dan Prabowo dianggap menunjukkan jiwa besar

Grace memberikan contoh dua tokoh yang dianggap menunjukkan jiwa bernegara yang besar. Keduanya yakni Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Prabowo Subianto.
Hal itu lantaran kedua figur itu mengesampingkan ego persaingan Pilpres 2019, untuk kemudian konsolidasi berada di pemerintahan.
"Harusnya reformasi itu ikuti langkah saya pikir dua orang menunjukan jiwa besar di RI ini ketika Pak Jokowi - Prabowo memutuskan ego masing-masing jalan bareng inilah reformasi spirit yang sebenarnya, karena tidak mungkin kita reformasi, engga mungkin kita membangun kalau narasinya masih gontok-gontokan," imbuh Grace.






















