AS Bantu Pemulihan Bandara dan Pelabuhan Venezuela Pascagempa

- Militer AS tiba di Venezuela untuk membantu pemulihan bandara dan pelabuhan utama pascagempa besar yang menewaskan ribuan orang serta merusak infrastruktur vital negara tersebut.
- AS mengerahkan kapal perang, pesawat, dan helikopter guna mempercepat distribusi bantuan, sekaligus menaikkan dana bantuan menjadi lebih dari 300 juta dolar AS melalui berbagai organisasi kemanusiaan.
- Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 menewaskan 1.719 orang, melukai lebih dari lima ribu warga, serta menghancurkan puluhan ribu bangunan di wilayah pesisir utara Venezuela.
Jakarta, IDN Times - Personel militer Amerika Serikat (AS) tiba di Venezuela untuk membantu memperluas kapasitas bandara dan membuka kembali pelabuhan utama negara tersebut. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung upaya pemulihan setelah dua gempa bumi bermagnitudo 7,2 dan 7,5 melanda pesisir Venezuela pada pekan lalu.
Bencana alam itu mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah dan menewaskan ribuan orang. Kehadiran militer AS diharapkan mampu mempercepat masuknya pasokan vital bagi para korban terdampak di wilayah bencana.
1. Pelabuhan dan bandara mulai beroperasi kembali

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengumumkan bahwa Pelabuhan La Guaira kini sudah beroperasi kembali pada Senin (29/6/2026) setelah menjalani serangkaian perbaikan. Fasilitas tersebut merupakan satu dari dua pelabuhan utama Venezuela. Sekitar 130 Marinir AS ditugaskan ke pelabuhan tersebut untuk membantu percepatan pembukaan akses logistik jalur laut.
Selain pelabuhan, Bandara Internasional Simon Bolivar yang melayani ibu kota Caracas juga rusak parah akibat gempa. Fasilitas transportasi udara ini telah dibuka kembali secara parsial pada hari Sabtu.
Sebanyak 100 penerbang dengan keahlian manajemen lapangan terbang tiba untuk membantu otoritas setempat. Mereka membawa perlengkapan khusus untuk memperlancar arus masuk dan keluar pesawat.
2. AS kerahkan aset militer ke Venezuela

Militer AS telah mengerahkan sejumlah aset militer, termasuk kapal perang USS Fort Lauderdale yang merapat di Pelabuhan La Guaira untuk mengirimkan pasokan penting. Beberapa jenis helikopter dan pesawat juga diterbangkan ke lokasi untuk mendukung operasi militer di sana.
Pesawat kargo C-130 Hercules dan Helikopter MV-22 Ospreys milik Angkatan Udara AS ditugaskan untuk mengangkut personel dan berbagai bentuk bantuan. Sementara itu, helikopter UH-1Y Venom difungsikan untuk melakukan penilaian udara terkait tingkat kerusakan.
Departemen Luar Negeri AS telah meningkatkan komitmen dana bantuan untuk Venezuela menjadi lebih dari 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,3 triliun). Angka ini naik signifikan dari janji awal pemerintah AS yang berada di angka 150 juta dolar AS (sekitar Rp2,6 triliun). Dana itu akan disalurkan melalui sejumlah organisasi mitra, termasuk Program Pangan Dunia (WFP).
"Dana ini akan menyediakan perawatan medis darurat, bantuan makanan, air dan sanitasi, tempat tinggal, perlindungan, dan logistik," kata Departemen Luar Negeri AS, dilansir France24.
3. Korban tewas akibat gempa mencapai 1.719 orang

Gempa yang mengguncang kawasan pesisir utara Venezuela telah merenggut nyawa 1.719 orang. Pemimpin Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengungkapkan bahwa sebanyak 5.034 penduduk mengalami luka-luka. Tragedi ini juga membuat lebih dari 15 ribu warga kehilangan tempat tinggalnya.
Data satelit NASA memperkirakan sebanyak 58.870 bangunan rusak atau hancur total akibat gempa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menaksir musibah ini menghasilkan sekitar 1,2 juta ton puing di La Guaira.
Di tengah operasi penyelamatan, sebuah gempa susulan bermagnitudo 4,6 kembali terasa pada hari Senin. Gempa yang berpusat di utara Caraballeda ini sempat memicu kepanikan di kalangan pengungsi.


















