Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Diam-Diam Angkut Uranium Venezuela ke Carolina Selatan

AS Diam-Diam Angkut Uranium Venezuela ke Carolina Selatan
ilustrasi area tambang (pexels.com/Tom Fisk)
Intinya Sih
  • AS sukses memindahkan 13,5 kilogram uranium dari reaktor riset Venezuela ke fasilitas aman di Carolina Selatan sebagai bagian dari misi non-proliferasi nuklir kawasan Amerika Selatan.
  • Operasi gabungan NNSA, peneliti Venezuela, dan IAEA ini berlangsung cepat lewat jalur darat dan laut hingga tiba di Savannah River Site untuk diolah menjadi bahan nuklir sipil.
  • Keberhasilan operasi terjadi setelah perubahan politik besar di Venezuela yang membuka normalisasi hubungan dengan AS di bawah pemerintahan Trump, termasuk pemulihan diplomatik dan ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesAmerika Serikat (AS) menuntaskan operasi pengamanan nuklir di Amerika Selatan setelah seluruh stok uranium yang diperkaya dari reaktor riset lama di Venezuela berhasil dipindahkan ke fasilitas aman di Carolina Selatan. Departemen Energi AS melalui Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) menyampaikan pada Jumat (8/5/2026), material tersebut telah dievakuasi dari reaktor RV-1 yang berada sekitar 15 kilometer dari Caracas, ibu kota Venezuela.

Dilansir Fox News, operasi ini mencakup pemindahan 13,5 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan lebih dari 20 persen. Pengosongan bahan nuklir dari reaktor tua itu juga disebut menjadi capaian baru dalam agenda non-proliferasi nuklir di kawasan Amerika Selatan.

1. NNSA mengirim material nuklir melalui jalur darat dan laut

Kapal kargo besar sedang bersandar di pelabuhan dengan derek hijau memuat kontainer warna-warni di terminal peti kemas.
ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Tom Fisk)

Misi tersebut dijalankan lewat kerja sama teknis antara tim NNSA dan para peneliti dari Institut Penelitian Ilmiah Venezuela dengan pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam prosesnya, uranium dimasukkan ke wadah khusus bahan bakar bekas sebelum dibawa lewat jalur darat sejauh 100 mil menuju pelabuhan di Venezuela.

Setelah itu, material nuklir tersebut diangkut menggunakan kapal khusus milik perusahaan Inggris, Nuclear Transport Solutions, untuk dikirim ke AS. Pengiriman itu berakhir di Savannah River Site (SRS), Carolina Selatan, pada awal Mei.

Di fasilitas SRS, Kantor Manajemen Lingkungan Departemen Energi AS akan mengolah kembali uranium tersebut melalui fasilitas pemisahan kimia H-Canyon. Material itu nantinya diubah menjadi uranium rendah yang diperkaya kadar tinggi (HALEU) untuk kebutuhan nuklir sipil.

2. Brandon Williams menyoroti kecepatan operasi nuklir

Pagar kawat dengan tanda peringatan area bahan radioaktif bawah tanah dan area terkontrol di lokasi nuklir terpencil.
ilustrasi area nuklir (pexels.com/Dan Meyers)

Administrator NNSA Brandon Williams menyebut keberhasilan operasi tersebut menjadi bagian penting dalam diplomasi global AS. Ia juga menilai timnya mampu menuntaskan target jauh lebih cepat dibanding prosedur normal yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

“Penghapusan yang aman dari semua uranium yang diperkaya dari Venezuela mengirimkan sinyal lain kepada dunia tentang Venezuela yang dipulihkan dan diperbarui,” ujarnya, dilansir The Guardian.

Williams juga menyoroti peran Presiden AS Donald Trump dalam mempercepat proses pengamanan material nuklir tersebut. Menurutnya, kepemimpinan Trump memberi dorongan besar terhadap jalannya operasi.

3. Pemerintahan Trump membuka normalisasi hubungan Venezuela

Bendera Amerika Serikat berkibar di tiang tinggi dengan latar langit berawan berwarna abu-abu keemasan.
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Operasi pengamanan nuklir ini berlangsung setelah perubahan politik besar di Venezuela pada awal tahun. Operasi militer AS sebelumnya menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, lalu pemerintahan Trump mengakui Delcy Rodríguez yang merupakan eks wakil presiden Maduro sebagai pemimpin baru Venezuela.

Perubahan hubungan kedua negara kemudian diikuti sejumlah perkembangan diplomatik dan ekonomi. Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan resmi, Kedutaan Besar AS kembali dibuka, penerbangan komersial dipulihkan setelah tujuh tahun, dan perusahaan energi AS mendapat akses lebih luas ke cadangan minyak Venezuela.

Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan bisnis, meski tetap memunculkan kritik dari aktivis pro-demokrasi. Mereka menyoroti tersisihnya tokoh oposisi sekaligus penerima Nobel, María Corina Machado, dalam proses transisi politik Venezuela.

Upaya di Venezuela juga menjadi pembanding bagi langkah Trump dalam mengamankan sekitar 408 kilogram uranium diperkaya tinggi dari Iran. Proses tersebut hingga kini masih berjalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More