Trump Rilis Ratusan Dokumen Terkait Penampakan UFO, Ini Isinya

- Departemen Pertahanan AS merilis 162 file terkait fenomena UFO atas arahan Presiden Donald Trump, mencakup laporan, video, dan gambar yang kini dapat diakses publik melalui situs Pentagon.
- Dokumen berisi laporan dari misi Apollo serta rekaman militer yang menampilkan objek bercahaya misterius di berbagai lokasi dunia, meski belum ada bukti interaksi dengan makhluk luar angkasa.
- Langkah Trump menuai reaksi beragam; sebagian politisi memuji transparansi pemerintah, sementara lainnya menilai perilisan ini sebagai upaya pengalihan isu dari permasalahan politik dan keamanan global.
Jakarta, IDN Times - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) merilis kumpulan dokumen fenomena anomali tak teridentifikasi (UAP) atau UFO pada Jumat (8/5/2026). Perilisan ini dilakukan atas arahan langsung dari Presiden AS Donald Trump.
Masyarakat kini bisa mengakses laporan yang sebelumnya dirahasiakan lewat situs web khusus milik Pentagon. Dokumen tersebut mencakup berbagai laporan penampakan dari seluruh dunia dalam rentang waktu beberapa dekade.
1. Pentagon rilis total 162 file terkait UFO

Perilisan tahap pertama mencakup total 162 file dari berbagai instansi seperti FBI, NASA, dan Departemen Luar Negeri AS. Kumpulan data tersebut terdiri atas 120 dokumen PDF, 28 rekaman video, serta 14 gambar.
"Mengingat pemerintahan sebelumnya gagal transparan, dengan dokumen dan video baru ini, rakyat bisa memutuskan sendiri, 'APA YANG SEBENARNYA TERJADI?'. Selamat bersenang-senang dan nikmatilah," tulis Trump, dilansir CBS News.
Namun, catatan tersebut tidak memberikan bukti adanya interaksi pemerintah dengan alien. Pentagon menggarisbawahi, kasus-kasus ini masih belum terpecahkan sehingga mereka tidak bisa menentukan sifat pasti dari fenomena tersebut.
Sebagian besar dokumen juga mengalami penyensoran parsial sebelum diunggah ke publik. Terdapat 108 file yang disensor untuk melindungi identitas saksi mata dan lokasi fasilitas rahasia pemerintah.
2. File mencakup laporan misi Apollo

Dokumen yang dirilis memuat berbagai insiden terkenal, termasuk laporan dari kru misi pendaratan bulan Apollo 11, Apollo 12, dan Apollo 17. Sebuah foto dari misi Apollo 17 pada 1972 menampilkan tiga titik terang dalam formasi segitiga di langit bulan.
"Fenomena di luar sana terlihat seperti perayaan Empat Juli," ujar astronaut Jack Schmitt terkait benda bercahaya yang mereka lihat, dilansir NBC News.
Laporan lain datang dari kalangan penegak hukum dan militer AS. Misalnya, sekelompok agen federal mengklaim melihat bola bercahaya oranye yang mirip Mata Sauron dari film Lord of the Rings pada 2023.
Selain itu, terdapat puluhan rekaman video dari pesawat militer AS yang memantau objek asing di berbagai belahan dunia. Salah satu video dari Suriah pada 2024 merekam dua area oranye semi-transparan yang muncul sekilas.
3. Perilisan tuai pro dan kontra dari politisi AS

Perilisan dokumen ini mendapat sambutan dari sejumlah anggota parlemen AS. Anggota Kongres dari Partai Republik, Anna Paulina Luna, menyebut langkah ini sebagai awal yang sangat baik menuju transparansi.
Kepala NASA Jared Isaacman turut memuji inisiatif pemerintah untuk membagikan informasi ini ke publik. Isaacman menegaskan, badan antariksa tersebut akan terus menggunakan instrumen ilmiah terbaik untuk mempelajari alam semesta.
Namun, tidak semua pihak menyetujui langkah pemerintahan Trump. Mantan sekutu Trump, Marjorie Taylor Greene, menilai perilisan ini hanyalah pengalihan isu dari masalah nyata seperti perang Iran.
"Saya sangat muak dengan propaganda yang meminta kita melihat objek mengkilap ini. Rilis dokumen tersebut hanyalah pengalihan perhatian dari masalah nyata," kata Greene, dilansir BBC.


















