Australia Bongkar Bunker Rahasia Berisi Hampir 3 Ton Kokain

- Kepolisian Federal Australia menyita 2,7 ton kokain dari bunker bawah tanah di Londonderry, menjadikannya penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah negara tersebut.
- Penyelidikan mengungkap dugaan sindikat kriminal Sydney yang menggunakan kapal asing dan jalur darat 1.800 km untuk menyelundupkan kokain dari Queensland ke Sydney.
- Otoritas menahan dua tersangka muda dan menelusuri jaringan kapal kargo Pasifik, sementara tingginya harga kokain di Australia terus memicu peningkatan peredaran serta kasus overdosis.
Jakarta, IDN Times – Kepolisian Federal Australia (AFP) mengumumkan penyitaan kokain terbesar sepanjang sejarah negara itu pada Senin (22/6/2026). Barang bukti yang diamankan mencapai 2,7 metrik ton.
Narkoba bernilai sangat besar tersebut ditemukan di sebuah properti semi-pedesaan di Londonderry, kawasan barat laut Sydney, New South Wales. Kokain itu disimpan di dalam tong plastik yang diletakkan di bunker bawah tanah tersembunyi di bawah tiga kontainer pengiriman yang telah dimodifikasi menggunakan lantai palsu sebagai akses rahasia.
1. Polisi mengungkap jalur penyelundupan lintas Australia

Menurut laporan NPR, polisi menduga sindikat kriminal terorganisir yang berbasis di Sydney mengatur kapal asing untuk menurunkan muatan kokain di Midge Point, daerah terpencil di Queensland utara. Dari lokasi tersebut, barang terlarang itu dibawa melalui jalur darat sejauh lebih dari 1.800 kilometer menuju Sydney untuk diedarkan.
Dua warga setempat berusia 21 tahun dan 25 tahun ditangkap di lokasi setelah berupaya melarikan diri. Keduanya dijerat dengan dakwaan kepemilikan narkoba terlarang dalam jumlah komersial yang memiliki ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
2. Otoritas menelusuri jaringan kapal kargo pasifik

Petugas menduga pengiriman dalam jumlah besar itu berasal dari kapal induk yang sama dengan kasus penyelundupan sebelumnya di Queensland. Dalam operasi terdahulu, aparat menyita 178 kilogram kokain dan 142 kilogram metamfetamin serta menangkap enam tersangka.
Berdasarkan rincian operasi gabungan, kapal yang dicurigai adalah MV Wealth, kapal kargo berbendera Belize. Kapal tersebut telah ditahan otoritas Kepulauan Solomon, sekitar 2 ribu kilometer di timur laut Queensland, atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan lintas negara.
Wilayah Kepulauan Pasifik diketahui kerap dimanfaatkan sebagai titik transit penyelundupan kokain dan metamfetamin menuju Australia serta Selandia Baru dari kawasan yang jauh seperti Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Investigasi terhadap asal jaringan tersebut masih berlangsung.
Commander AFP Stephen Jay menyampaikan langkah yang akan ditempuh pihaknya dalam penyelidikan lanjutan.
“Kami akan bekerja sama dengan mitra penegak hukum internasional dan domestik kami untuk mengidentifikasi sindikat kriminal,” katanya, dikutip Inquier.
3. Tingginya harga kokain memicu lonjakan peredaran

Menurut Jay, kelompok kejahatan terorganisir semakin sering membidik garis pantai Queensland yang membentang hingga 13 ribu kilometer sebagai jalur penyelundupan. Ia menjelaskan harga kokain di Australia merupakan yang tertinggi di dunia sehingga negara tersebut menjadi pasar yang sangat menguntungkan bagi jaringan internasional.
Rekor penyitaan kokain sebelumnya di Australia tercatat pada operasi tahun 2024. Dalam kasus itu, petugas mengamankan 2,34 metrik ton kokain dari kapal penangkap ikan di dekat K’gari (Fraser Island) di lepas pantai Queensland.
Data laporan tahunan overdosis yang dirilis bulan ini oleh Penington Institute menunjukkan angka kematian akibat kokain di Australia meningkat 28 persen. Jumlah kasus pada 2024 mencapai rekor 141 kematian.


















