"Dalam 24 jam terakhir, serangan pesawat tidak berawak musuh lainnya telah berhasil dipukul mundur. Pasukan pertahanan udara menembak jatuh 84 UAV yang mendekati Moskow saja," kata Sobyanin dalam pernyataannya pada Senin (22/6/2026), seperti dikutip Anadolu Agency.
Rusia Tembak Jatuh 84 Drone Ukraina yang Menuju Moskow

- Militer Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 84 drone Ukraina yang menuju Moskow tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.
- Serangan drone Ukraina menyebabkan gangguan penerbangan di bandara Moskow dan menjadi bagian dari serangan intensif Kyiv ke Moskow serta Krimea.
- Serangan terhadap fasilitas minyak di Krimea memicu krisis bahan bakar dan listrik, membuat otoritas setempat menutup seluruh pom bensin demi menjaga pasokan vital.
Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Rusia mengklaim telah menembak jatuh 84 drone Ukraina pada Minggu (21/6/2026) malam waktu setempat. Seorang pejabat militer Rusia, Sergey Sobyanin, mengatakan, semua drone tersebut ditembakkan oleh pasukan Ukraina menuju Ibu Kota Moskow.
1. Serangan drone Ukraina membuat layanan penerbangan di Moskow terganggu

Serangan drone brutal yang dilakukan Ukraina tadi membuat layanan penerbangan di bandara Moskow ditutup sementara. Langkah ini dilakukan guna menghindari serangan drone lanjutan dari Kyiv. Sebab, serangan lanjutan bisa terjadi kapan saja.
Sobyanin menjelaskan, tidak ada kerusakan atau korban jiwa imbas serangan drone dari Ukraina. Sebab, semua drone yang diluncurkan Kyiv ke Moskow berhasil ditembak jatuh sebelum mengenai target sasaran. “Tidak ada kerusakan atau korban jiwa yang dilaporkan,” jelas Sobyanin.
2. Ukraina sedang gencar menyerang Moskow dan Krimea

Saat ini, pasukan militer Ukraina memang sedang gencar menyerang Ibu Kota Moskow. Selain itu, mereka juga sedang meningkatkan serangan ke Krimea. Dilansir Al Jazeera, Krimea merupakan semenanjung milik Ukraina yang sudah dianeksasi oleh Rusia sejak 2014.
Serangan terbaru Ukraina ke Krimea terjadi pada Minggu malam waktu setempat. Kala itu, Kyiv meluncurkan serangan drone ke fasilitas minyak yang ada di Krasnodar, salah satu kota yang ada di Krimea, hingga menewaskan 5 orang dan melukai 29 lainnya. Fasilitas tersebut dikabarkan berfungsi menampung persediaan minyak untuk pasukan Rusia dan warga sekitar.
3. Krimea mengalami krisis bahan bakar imbas serangan Ukraina

Serangan yang diluncurkan Ukraina ke fasilitas minyak di Krimea ini membuat wilayah tersebut kini mengalami krisis bahan bakar. Oleh karena itu, otoritas Krimea kini menutup seluruh pom bensin di wilayahnya karena pasokan bahan bakar sudah habis.
Di sisi lain, krisis bahan bakar ini juga membuat warga yang tinggal di Krimea kehilangan pasokan listrik. Sebab, tidak ada bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan turbin di pembangkit listrik lokal.
“Bahan bakar hanya akan disalurkan kepada layanan negara yang memastikan kegiatan vital dan keamanan Republik Krimea,” jelas seorang pejabat militer Rusia bernama Sergey Aksyonov.


















