Bayi 7 Bulan Tewas Kena Tembakan Nyasar di AS

- Seorang bayi perempuan berusia 7 bulan tewas akibat tembakan nyasar di Brooklyn, New York, saat dua pria bersenjata melepaskan tembakan dari sepeda motor pada Rabu siang.
- Polisi menahan satu tersangka yang terluka setelah kecelakaan saat melarikan diri, sementara satu lainnya masih buron; motif penembakan diduga terkait konflik geng.
- Wali Kota dan pejabat New York menyampaikan belasungkawa serta menegaskan komitmen memerangi kekerasan senjata, meski data menunjukkan kasus penembakan turun 24 persen pada 2025.
Jakarta, IDN Times - Seorang bayi perempuan berusia 7 bulan tewas terkena tembakan nyasar di kawasan Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (1/4/2026). Salah satu tersangka telah ditahan, sementara satunya lagi masih buron.
Dilansir CNN, penembakan terjadi sekitar pukul 13.20 waktu setempat, ketika salah satu dari dua pria yang mengendarai sepeda motor melepaskan tembakan ke arah trotoar, di mana beberapa orang dewasa dan anak‑anak lewat. Ayah dan ibu korban segera berlari ke toko terdekat untuk mencari perlindungan. Saat melihat ke dalam kereta dorong bayi, mereka mendapati putri mereka sudah berlumuran darah.
Bayi tersebut segera dilarikan ke Rumah Sakit Woodhull, di mana ia kemudian dinyatakan meninggal akibat luka tembak di kepala.
1. Motif penembakan diduga terkait masalah geng

Sepeda motor yang dikendarai tersangka menabrak sebuah mobil saat melarikan diri dari lokasi kejadian. Salah satu pria terluka akibat kecelakaan itu dan dibawa ke rumah sakit. Ia kini berada dalam penahanan polisi, sementara rekannya masih buron.
Komisaris Polisi Jessica Tisch mengungkapkan bahwa motif penembakan tersebut diduga terkait geng, meskipun belum jelas kelompok mana yang terlibat. Penyelidikan atas insiden ini masih berlangsung.
“Ini adalah hari yang mengerikan bagi kota kami, sebuah tragedi yang benar-benar mengguncang kesadaran kita. Sebagai seorang ibu, saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dirasakan keluarga ini atau duka yang kini mereka tanggung. Hal itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," kata Tisch dalam konferensi pers.
2. Wali Kota New York sampaikan pesan belasungkawa

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, turut menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korbanan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kekerasan seperti ini tidak memiliki tempat di New York.
“Kita tidak bisa menerima hal ini sebagai hal yang normal di kota kita. Kita tidak boleh menjadi kebal terhadap rasa sakit ini. Hari ini menjadi pengingat yang menyedihkan betapa banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan untuk memerangi kekerasan senjata api di seluruh kota,” ujarnya.
Anggota Dewan Kota Jennifer Gutiérrez, yang mewakili East Williamsburg dan area sekitarnya, juga menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dalam unggahan di media sosial.
“Hati saya hancur. Bayi berusia 7 bulan ditembak. Tidak ada orang tua yang seharusnya mengalami mimpi buruk ini. Tidak ada blok yang seharusnya merasakan hal seperti ini. Kita berkewajiban memberikan rasa aman yang nyata bagi setiap keluarga di distrik kami," tulisnya, dikutip dari CBS News.
3. Kekerasan dengan senjata api di New York turun 24 persen pada 2025

Dilansir dari The Straits Times, meskipun kekerasan dengan senjata api dan penembakan cukup sering terjadi di AS, Departemen Kepolisian Kota New York (NYPD), melaporkan bahwa 2025 merupakan tahun teraman bagi kota tersebut terkait kekerasan senjata api sejak pencatatan dimulai pada 1994. Kota ini mencatat 688 insiden penembakan pada 2025, turun 24 persen dibandingkan 2024.
Hingga Minggu (29/3/2026), NYPD mencatat 52 kasus pembunuhan sepanjang 2026, turun 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kota ini diperkirakan akan menutup kuartal pertama dengan jumlah pembunuhan dan penembakan mendekati level terendah dalam beberapa dekade.


















