Berencana Serang Rumah Aktivis Pro-Palestina, Pria AS Ditangkap

- Seorang pria bernama Alexander Heifler ditangkap di New Jersey karena diduga merencanakan pembakaran rumah aktivis pro-Palestina Nerdeen Kiswani, dengan delapan bom molotov ditemukan di kediamannya.
- Heifler disebut anggota kelompok ekstremis JDL 613 Brotherhood dan didakwa atas kepemilikan serta pembuatan perangkat destruktif ilegal, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
- Nerdeen Kiswani, pendiri kelompok Within Our Lifetime, mengaku sering menerima ancaman akibat aktivismenya membela hak-hak Palestina dan menyoroti kurangnya akuntabilitas terhadap intimidasi yang dialami para aktivis.
Jakarta, IDN Times - Seorang pria berusia 26 tahun ditangkap karena diduga merencanakan pembakaran rumah Nerdeen Kiswani, seorang aktivis pro-Palestina yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari BBC, pihak berwenang mengatakan bahwa Alexander Heifler, warga negara AS, ditangkap di rumahnya di Hoboken, New Jersey, pada Kamis (26/3/2026). Dalam penggeledahan, polisi berhasil menemukan delapan bom molotov di lokasi tersebut.
Heifler diketahui telah mendiskusikan rencana serangan itu selama beberapa pekan dengan seorang detektif Departemen Kepolisian New York (NYPD) yang melakukan penyamaran. Ia disebut berencana berencana melarikan diri ke Israel usai melancarkan serangan terhadap rumah Kiswani.
1. Heifler diidentifikasi sebagai kelompok JDL 613 Brotherhood

Polisi menggambarkan Heifler sebagai ekstremis tanpa catatan kriminal sebelumnya. Mereka meyakini ia bertindak sendiri dan tidak terkait dengan kelompok teroris luar negeri maupun pemerintah asing.
Dilansir dari NPR, seorang pejabat yang mendapat pengarahan terkait penyelidikan tersebut mengatakan bahwa Heifler diidentifikasi sebagai anggota JDL 613 Brotherhood. Kelompok yang didirikan pada 2024 dan berbasis di New Jersey itu menggambarkan anggotanya sebagai pejuang Yahudi yang melawan peningkatan antisemitisme.
Menurut situs web kelompok tersebut, mereka mengaku terinspirasi oleh Jewish Defense League (JDL), organisasi yang dikaitkan dengan berbagai aksi pengeboman dan upaya pembunuhan terhadap aktivis politik Arab-Amerika pada 1970-an dan 1980-an. Biro Investigasi federal (FBI) telah menetapkan kelompok ini sebagai organisasi ekstremis kekerasan.
2. Zohran Mamdani kecam segala bentuk ekstremisme di New York

Heifler didakwa atas kepemilikan dan pembuatan perangkat destruktif secara ilegal, yang masing-masing dapat dikenai hukuman maksimal 10 tahun penjara. Ia menjalani sidang perdananya di pengadilan federal New Jersey pada Jumat (27/3/2026) sore.
Dalam pernyataan di X, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memuji NYPD dan FBI atas keberhasilan mereka mengagalkan rencana serangan tersebut. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya atas meningkatnya ancaman dan kekerasan di seluruh negeri yang menargetkan para advokat hak asasi manusia Palestina.
"Biar saya perjelas: Kami tidak akan mentolerir ekstremisme kekerasan di kota kami. Tidak seorang pun boleh menghadapi kekerasan karena keyakinan politik atau dukungan mereka. Saya lega bahwa Nerdeen aman. Kota kami harus menghadapi kebencian dengan solidaritas, dan menghadapi ketakutan dengan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap keadilan dan terhadap satu sama lain," tulis Mamdani.
3. Kiswani kerap terima ancaman karena aktivismenya

Kiswani, salah satu pendiri kelompok advokasi Palestina Within Our Lifetime, mengatakan FBI memberitahunya tentang ancaman tersebut setelah Heifler ditangkap.
“Saya kehabisan kata-kata. Saya tidak terkejut, tetapi ini tetap sesuatu yang mengguncang saya hingga ke dalam hati," katanya kepada Middle East Eye.
Kiswani telah lama menjadi sasaran berbagai ancaman karena vokal dalam membela hak-hak Palestina. Bulan lalu, ia menggugat kelompok sayap kanan Yahudi-Amerika, Betar USA, setelah mengaku mengalami ancaman kekerasan selama berbulan-bulan.
“Aktivis Palestina dan para pendukung kami terus-menerus diintimidasi, dilecehkan, didoxing, dan diancam tanpa konsekuensi oleh kelompok Zionis. Tidak ada akuntabilitas sama sekali. Hal ini justru didorong dan didukung oleh orang-orang yang merupakan bagian dari pemerintahan tempat kami hidup," ungkapnya.



















