Chad Ancam Bakal Respons Serangan RSF Sudan, Ada Apa?

- Chad netral dalam konflik Sudan, tidak toleransi inkursi ke dalam teritori
- Situasi di perbatasan Chad sudah aman dan terkendali, perlindungan bagi warga Chad
- RSF luncurkan serangan drone di perbatasan, Sudan minta kerja sama pertahanan gabungan
Jakarta, IDN Times - Chad mengatakan akan merespons serangan dari Rapid Support Forces (RSF) Sudan yang menewaskan tujuh tentara. N’Djamena menyebut bahwa pemberontak Sudan sudah masuk ke dalam teritorinya tanpa izin.
“Anggota dari pemberontak RSF Sudan sudah masuk ke dalam teritori Chad secara ilegal. Mereka sudah terlibat dalam konflik internal di Sudan untuk melawan tentara pemerintah Sudan,” tutur Menteri Komunikasi Chad, Gassim Cherif Mahamat, dikutip dari APA News, Jumat (16/1/2026).
Tak hanya menewaskan tujuh tentara, serangan ini juga menyebabkan kerusakan material milik tentara Chad. Aksi ini disebut menjadi rentetan pelanggaran integritas teritorial dari RSF selama beberapa tahun terakhir.
1. Chad menyatakan netralitas dalam konflik internal Sudan
Pada saat yang sama, Chad menyatakan tidak memihak siapapun dalam konflik internal Sudan. Namun, N’Djamena tidak menoleransi segala bentuk inkursi ke dalam teritori Chad.
“Chad tidak memihak salah satu dari perang ini dan tidak akan menoleransi dalam segala kondisi dalam perang ini, terutama bagi tentara Sudan maupun pemberontak yang masuk ke dalam teritori kami,” terangnya.
Chad mendesak RSF meninggalkan cara kekerasan dalam mewujudkan perdamaian. Selain itu, mereka meminta agar pemerintah Sudan menghentikan propaganda yang memperparah konflik.
2. Pastikan situasi di Chad sudah aman dan terkendali
Mahamat menyebut, situasi di perbatasan Chad sudah kembali aman dan terkendali. Otoritas Chad sudah melakukan sejumlah tindakan dalam menjamin keamanan perbatasan, dan memberikan perlindungan bagi semua warga Chad.
Sebagai informasi, Chad memiliki perbatasan darat dengan Sudan sepanjang 1.400 km. Negara Afrika Barat itu sudah menampung sekitar 1 juta pengungsi Sudan sejak dimulainya perang saudara di Sudan selama lebih dari 2 tahun terakhir.
3. Chad dan Sudan sebut RSF luncurkan serangan drone di perbatasan
Pada akhir Desember, militer Chad menuding RSF sudah melancarkan serangan drone ke pos militer di dalam teritori Chad. Serangan ini disebut telah mengakibatkan tewasnya dua tentara Chad di Wadi Fira.
Di sisi lain, pemerintah Sudan mengungkapkan belasungkawa kepada Chad atas serangan drone tersebut. Sudan menuding RSF sering meluncurkan drone ke negara lain untuk menciptakan tensi antara Sudan dan negara tetangganya.
Dilansir Sudan Tribune, Sudan meminta Chad untuk bekerja sama dalam mekanisme pertahanan gabungan. Sementara, pemimpin RSF membantah melancarkan serangan tersebut dan menuding militer Sudan yang melakukannya.


















