Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DPR Filipina Kembali Makzulkan Sara Duterte, Nasib Pilpres Terancam?

DPR Filipina Kembali Makzulkan Sara Duterte, Nasib Pilpres Terancam?
Kehadiran Sara Duterte dalam acara peringatan 122 tahun gugurnya Dr. Jose Rizal. (National Historical Commission of the Philippines, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • DPR Filipina memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte dengan 257 suara setuju, membuka jalan bagi Senat untuk menentukan nasib politiknya menjelang Pilpres 2028.
  • Duterte dituduh menyalahgunakan dana publik, memiliki aset tak wajar, serta mengancam Presiden Marcos Jr., namun ia membantah semua tuduhan dan menilai proses ini bermotif politik.
  • Senat akan menjadi penentu akhir pemakzulan; meski DPR dikuasai sekutu Marcos, posisi Ketua Senat Alan Peter Cayetano yang dekat dengan keluarga Duterte menambah dinamika politik yang kompleks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina kembali memutuskan pemakzulan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Sara Duterte pada Senin (11/5/2026). Lewat voting yang digelar di parlemen, sebanyak 257 dari 290 anggota dewan menyatakan setuju untuk membawa kasus tersebut ke Senat.

Jumlah suara itu melampaui syarat minimal dukungan sepertiga anggota DPR untuk melanjutkan proses pemakzulan. Persidangan di Senat nantinya akan menentukan apakah Duterte masih dapat maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2028 atau kehilangan peluang tersebut.

1. Sara Duterte menghadapi tuduhan penyalahgunaan dana

ilustrasi sidang
ilustrasi sidang (pexels.com/Sora Shimazaki)

Jika Senat memutuskan Duterte bersalah, ia akan dicopot dari jabatan wapres dan dilarang menduduki posisi publik seumur hidup. Padahal, politikus berusia 47 tahun itu masih menjadi kandidat teratas dalam sejumlah survei awal Pilpres 2028.

Deretan tuduhan terhadap Duterte mencakup dugaan penyalahgunaan dana publik saat menjabat sebagai Wapres dan Menteri Pendidikan, kepemilikan aset yang dianggap tak wajar, hingga dugaan suap. Selain itu, ia juga dituduh melontarkan ancaman pembunuhan kepada Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Louise Araneta-Marcos, dan eks Ketua DPR Martin Romualdez.

Duterte membantah seluruh tuduhan tersebut melalui pernyataan tertulis. Ia menyebut dokumen pemakzulan itu hanya “selembar kertas” dan memilih tak menghadiri sidang komite DPR karena menilai prosesnya bermotif politik, dilansir BBC.

2. Tim hukum Duterte menyiapkan pembelaan

ilustrasi hukum
ilustrasi hukum (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Pihak pembela Duterte kini mulai menyusun langkah menghadapi persidangan di Senat. Kuasa hukumnya menyatakan para penuduh memiliki tanggung jawab penuh untuk membuktikan seluruh tuduhan yang diajukan.

“Beban sekarang berada pada para penuduh untuk membuktikan klaim mereka sesuai dengan konstitusi, undang-undang, dan aturan bukti,” ujarnya, dikutip The Guardian.

Ini menjadi upaya kedua DPR untuk melengserkan Duterte. Proses serupa pada 2025 sebelumnya dihentikan Mahkamah Agung (MA) akibat persoalan teknis sebelum sempat masuk ke persidangan Senat.

Kasus itu kembali berjalan setelah komite DPR menyatakan telah menemukan bukti yang dinilai cukup untuk meneruskan proses hukum terhadap Duterte.

3. Senat Filipina menentukan nasib politik Duterte

Presiden terpilih Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. resmi menjabat sebagai presiden Filipina ke-17 setelah menjalani upacara pelantikan. Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Alexander Gesmundo dan dihadiri oleh istrinya, Liza, bersama ketiga putra mereka.
Presiden terpilih Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. resmi menjabat sebagai presiden Filipina ke-17 setelah menjalani upacara pelantikan. Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Alexander Gesmundo dan dihadiri oleh istrinya, Liza, bersama ketiga putra mereka. (Rey Baniquet for Presidential Communications Operations Office, Public domain, via Wikimedia Commons)

Walau DPR dikuasai sekutu Presiden Marcos, hasil sidang pemakzulan di Senat masih belum bisa dipastikan. Duterte hanya dapat divonis bersalah jika memperoleh dukungan dua pertiga dari total 24 senator.

Berbeda dengan anggota DPR, para senator dipilih melalui pemungutan suara nasional sehingga dinilai tak terlalu bergantung pada pengaruh presiden. Di sisi lain, Senat baru saja menunjuk Alan Peter Cayetano sebagai ketua baru, sosok yang dikenal dekat dengan keluarga Duterte.

Cayetano mengatakan pemilihannya sebagai ketua Senat tak berkaitan dengan proses pemakzulan terhadap Duterte. Pada saat yang sama, hubungan Duterte dan Marcos berubah tajam setelah aliansi Uniteam yang membawa mereka menang besar di Pemilu 2022 pecah akibat perbedaan agenda politik.

Situasi politik keduanya makin memanas setelah Marcos mengizinkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menangkap mantan Presiden Rodrigo Duterte atas dugaan kejahatan kemanusiaan. Sara Duterte juga sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai perintah membunuh Marcos jika dirinya terbunuh, meski kemudian ia mengatakan ucapannya disalahartikan.

Di tengah persoalan hukum yang dihadapinya, Duterte tetap mencatat tingkat elektabilitas tinggi. Dalam survei terbaru, ia masih unggul 17 poin dibandingkan para pesaingnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More