Ibas Dorong Budidaya Lokal Jadi Rantai Pasok MBG, Jadi Peluang Ekonomi

- Ibas menekankan pentingnya budidaya ikan lokal seperti patin di Trenggalek sebagai bagian rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis dan sumber protein hewani bagi siswa.
- Ia mendorong pemerintah memperkuat sarana pendukung usaha rakyat, termasuk air bersih dan pakan mandiri, agar pembudidaya ikan makin mandiri serta membuka lapangan kerja baru.
- Ibas menilai pemberdayaan ekonomi berbasis desa melalui budidaya patin berperan strategis dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemenuhan gizi nasional.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyoroti peran budi daya ikan berbasis komunitas sebagai bagian penting dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya budidaya ikan patin di Sukowetan, Trenggalek, Jawa Timur.
Menurutnya, keberadaan sentra budidaya ikan lokal dapat menjadi sumber protein hewani berkualitas bagi siswa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Hal ini disampaikan Ibas usai kunjungan kerja ke daerah tersebut.
“Kalau desa-desa mampu memproduksi pangan sendiri, termasuk protein hewani seperti ikan patin, maka manfaatnya besar sekali. Anak-anak kita bisa mendapatkan asupan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Ini harus terus kita dorong bersama,” kata Ibas dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
1. Dorong pemerintah penuhi sarana usaha lokal

Ketua Fraksi Demokrat DPR RI itu mengatakan, pemerintah harus memperhatikan sarana pendukung budidaya lokal agar usaha rakyat terus berkembang. Salah satunya supply air bersih untuk kebutuhan budidaya tersebut.
"Kita ingin masyarakat pembudidaya ikan ini semakin mandiri dan kuat. Tidak hanya soal produksi, tetapi juga sarana pendukungnya seperti ketersediaan air dan pengembangan pakan mandiri," kata dia.
Menurut Ibas, usaha lokal juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Kegiatan seperti ini juga menghasilkan efek ganda (multiplier effect) terhadap kesejahteraan rakyat.
"Kalau usaha rakyat seperti ini berkembang, maka lapangan pekerjaan akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Kita dorong nanti untuk keberadaan sumur bor,” kata Ibas.
2. Pemberdayaan ekonomi berbasis desa solusi pengentasan kemiskinan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu berharap masyarakat desa terus produktif, kreatif, dan berani mengembangkan potensi daerahnya sendiri. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi berbasis desa menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi kemiskinan dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Jangan takut memulai usaha dan jangan cepat menyerah. Desa punya potensi besar kalau dikelola bersama-sama," kata dia.
"Ketika masyarakat produktif dan mandiri, maka desa akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat,” imbuh dia.
3. Budidaya ikan patin punya peran strategis

Dalam kunjungan itu, Ibas turut menyusuri area kolam melihat proses panen ikan patin yang kini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Dengan luas kawasan budidaya mencapai sekitar 9 hektar dan lebih dari 200 kolam aktif, masyarakat setempat kini mampu melakukan panen ikan patin setiap hari.
Dalam satu siklus budidaya selama kurang lebih enam bulan, hasil panen dari Trenggalek telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, dan memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.
Oleh karena itu, menurut Ibas, budidaya patin memiliki peran strategis tidak hanya bagi ekonomi desa tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas gizi nasional.
“Dari kolam-kolam sederhana ini kita melihat harapan besar. Ada kerja keras masyarakat, ada semangat gotong royong, ada ekonomi yang bergerak, dan ada kontribusi nyata terhadap pemenuhan gizi masyarakat kita,” ujar Ibas.


















