Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Serang Dua Kota di Israel Selatan

Iran Serang Dua Kota di Israel Selatan
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)
Intinya Sih
  • Dua rudal Iran menghantam kota Arad dan Dimona di Israel selatan, melukai lebih dari 100 orang dan menyebabkan kerusakan bangunan.
  • IAEA memastikan tidak ada kerusakan atau peningkatan radiasi di fasilitas nuklir Dimona, sambil menyerukan semua pihak menahan diri.
  • Iran menyebut serangan ke Dimona sebagai balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Natanz, sementara Israel berjanji terus membalas Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Lebih dari 100 orang dilaporkan terluka setelah dua rudal Iran menghantam Israel selatan pada Sabtu (22/3/2026). Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan melakukan pembalasan di semua lini.

Layanan darurat Israel menyebutkan sedikitnya 88 orang terluka di kota Arad, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius. Di kota Dimona, yang menjadi lokasi fasilitas nuklir utama Israel, 39 orang lainnya terluka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang menurut paramedis berada dalam kondisi kritis. Beberapa bangunan tempat tinggal juga hancur akibat serangan tersebut.

1. Netanyahu janji akan terus lanjutkan serangan terhadap Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Israel telah diaktifkan selama serangan tersebut, tapi gagal mencegat sebagian rudal. Pihak berwenang kini sedang menyelidiki bagaimana rudal-rudal tersebut dapat menembus sistem pertahanan udara.

“Di Dimona maupun Arad, pencegat telah diluncurkan tetapi gagal mengenai ancaman, sehingga mengakibatkan dua serangan langsung oleh rudal balistik dengan hulu ledak berbobot ratusan kilogram,” kata petugas pemadam kebakaran Israel, dikutip dari BBC.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut malam itu sebagai malam yang sulit bagi Israel dan berjanji untuk terus menyerang Iran. Menurut Teheran, serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menewaskan lebih dari 1.500 orang, termasuk lebih dari 200 anak-anak.

2. Tidak ada tanda-tanda kerusakan pada pusat penelitian nuklir di Dimona

bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)
bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kerusakan pada Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev di Dimona, dan tidak mendeteksi adanya peningkatan tingkat radiasi yang tidak normal di area tersebut.

Lembaga pengawas nuklir itu menyatakan akan terus memantau situasi secara cermat. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, juga menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri secara maksimal dalam operasi militer, terutama di sekitar fasilitas nuklir.

Dilansir dari Al Jazeera, Dimona telah menjadi pusat program nuklir Israel sejak fasilitas penelitiannya, yang dibangun secara rahasia dengan bantuan Prancis, dibuka pada 1958. Israel diyakini telah mengembangkan senjata nuklir pada akhir 1960-an. Kebijakan ambiguitas yang disengaja, yakni tidak mengonfirmasi maupun menyangkal keberadaan senjata tersebut, merupakan bagian dari kesepakatan tidak resmi dengan Washington, yang menilai bahwa deklarasi terbuka berisiko memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah.

3. Iran balas serangan Israel sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Natanz

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari The New Arab, media Iran melaporkan bahwa serangan di Dimona merupakan balasan atas serangan Israel sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Natanz di Iran, meskipun tidak ada kebocoran radioaktif yang dilaporkan. Namun, militer Israel mengaku tidak tahu-menahu mengenai serangan di wilayah tersebut.

Fasilitas nuklir Natanz, yang menampung sentrifus bawah tanah untuk memperkaya uranium bagi program nuklir Iran, telah menjadi sasaran pada hari-hari pertama perang tersebut. Fasilitas ini juga sempat mengalami kerusakan akibat serangan Israel-AS dalam perang 12 hari pada Juni 2025.

Sementara itu, militer Israel, pada Sabtu, mengumumkan telah menyerang fasilitas penelitian dan pengembangan di Universitas Malek Ashtar di Teheran, yang diklaim digunakan untuk mengembangkan komponen senjata nuklir dan rudal balistik. Mereka menyatakan tidak akan membiarkan rezim Iran memiliki senjata nuklir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More