Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tabrakan Maut Kereta dan Bus di Bangladesh, 12 Orang Tewas

Tabrakan Maut Kereta dan Bus di Bangladesh, 12 Orang Tewas
ilustrasi garis polisi (pixabay.com/ValynPi14)
Intinya Sih
  • Kecelakaan tragis terjadi di Cumilla, Bangladesh, saat bus penumpang ditabrak kereta api mail karena perlintasan tanpa palang pintu dan petugas jaga, menyebabkan kerusakan parah serta gangguan jalur utama.
  • Sebanyak 12 orang tewas termasuk anak-anak, sementara lebih dari 20 penumpang luka berat dirawat intensif di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla akibat benturan keras dan hancurnya badan bus.
  • Pemerintah Bangladesh membentuk tiga tim investigasi, menonaktifkan petugas lalai, memberi kompensasi bagi keluarga korban, serta merencanakan audit dan otomatisasi sistem perlintasan untuk mencegah tragedi serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api mail dan bus penumpang terjadi di wilayah Cumilla, Bangladesh, pada Minggu dini hari (22/3/2026). Peristiwa tragis ini berlangsung di perlintasan kereta api Paduar Bazar, Sadar Dakshin Upazila, di saat mobilitas warga sedang meningkat tajam menjelang perayaan hari raya.

Insiden bermula ketika sebuah bus yang mengangkut puluhan penumpang dihantam oleh rangkaian kereta api yang melaju kencang. Tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan yang sangat parah pada badan bus. Segera setelah kejadian, tim gabungan yang terdiri dari polisi, dinas pemadam kebakaran, dan personel tentara dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban. Petugas juga berupaya keras membersihkan jalur kereta api utama yang menghubungkan kota Dhaka dan Chattogram agar arus transportasi dapat kembali normal.

1. Kelalaian petugas dan ketiadaan palang pintu picu tabrakan bus-kereta

ilustrasi rel kereta
ilustrasi rel kereta (pexels.com/Hinrich Oltmanns)

Kecelakaan maut terjadi saat bus "Mamun Special" yang menempuh perjalanan dari Chuadanga menuju Lakshmipur mencoba melintasi rel kereta api di area Paduar Bazar pada pukul 02.55 waktu setempat. Di saat bersamaan, kereta api mail dari Chattogram menuju Dhaka melaju kencang dan menghantam bagian tengah bus. Kerasnya benturan membuat bus terseret sejauh hampir satu kilometer ke arah utara menuju wilayah Jangalya-Kachua hingga badan kendaraan hancur total.

Penyebab utama kecelakaan ini diduga karena perlintasan tersebut tidak terjaga, serta tidak memiliki palang pintu otomatis maupun sinyal peringatan yang berfungsi. Akibatnya, bus tetap melaju ke atas rel tanpa menyadari kedatangan kereta.

"Kami menduga kecelakaan terjadi karena bus tetap masuk ke rel akibat tidak adanya rambu atau sinyal peringatan di perlintasan Padua Bazar," ujar Wakil Asisten Direktur Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Cumilla, Mohammad Idris, dilansir Dhaka Tribune.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap faktor krusial lainnya, yaitu absennya petugas penjaga perlintasan saat kejadian. Dua petugas yang seharusnya bertanggung jawab, yakni Md Helal dan Mehedi Hasan, dinyatakan lalai dalam menjalankan tugasnya. Padahal, jalur utama Dhaka-Chattogram seharusnya mendapatkan pengawasan penuh selama 24 jam untuk mencegah kendaraan terjebak di jalur kereta.

Kondisi jalanan yang sepi serta jarak pandang yang terbatas pada malam hari diduga membuat pengemudi bus merasa aman untuk terus melaju.

"Lima orang tewas seketika di lokasi kejadian, sementara beberapa lainnya dalam kondisi kritis saat pertama kali ditemukan oleh tim medis," ujar Sub-Inspektur Saiful Islam dari pos polisi EPZ, dilansir The Straits Times.

Para korban yang sebagian besar sedang tertidur lelap saat kejadian kini telah dievakuasi oleh tim gabungan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Dua belas orang tewas dalam tabrakan maut

pexels-mario-wallner-107470762-9818998.jpg
Ilustrasi mayat (pexels.com/Photo by Mario Wallner)

Tragedi tabrakan antara kereta api mail dan bus "Mamun Special" di Cumilla mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Para korban tewas terdiri dari tujuh pria, dua wanita, dan tiga anak-anak yang seluruhnya merupakan penumpang bus.

Selain korban tewas, sekitar 20 hingga 26 penumpang lainnya mengalami luka berat. Para korban luka saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla karena mengalami trauma fisik akibat terhimpit rangka bus yang ringsek.

"Ada dua belas jenazah di lantai rumah sakit setelah dievakuasi, sementara petugas medis bergerak cepat menangani belasan korban luka yang terus berdatangan," ujar Md Borhan Uddin, perawat unit gawat darurat, dilansir Yeni Safak.

Kengerian di dalam bus juga diceritakan oleh para penyintas. Tabrakan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda pengereman menciptakan kepanikan luar biasa di tengah kegelapan malam. Omar Faruk, salah satu penumpang selamat yang masih dalam perawatan, menceritakan pengalaman traumatisnya.

"Saya sedang tidur saat tiba-tiba ada guncangan hebat dan kemudian bus sudah hancur total. Saya bahkan tidak ingat apa yang terjadi setelah itu karena semuanya berlangsung sangat cepat," ujar Faruk.

3. Pemerintah bentuk tim investigasi dan tindak tegas petugas yang lalai

ilustrasi rel kereta api (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi rel kereta api (pexels.com/Pixabay)

Otoritas Perkeretaapian Bangladesh segera membentuk tiga komite investigasi tingkat tinggi untuk menyelidiki penyebab kegagalan operasional di perlintasan Paduar Bazar. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya 12 nyawa dalam kecelakaan yang seharusnya dapat dicegah tersebut. Sebagai bentuk akuntabilitas awal, pemerintah telah menonaktifkan dua petugas penjaga pintu perlintasan serta manajer stasiun terkait.

Proses hukum kini tengah berjalan melalui kepolisian perkeretaapian Laksam untuk menentukan adanya unsur pidana dalam kelalaian petugas di lapangan.

"Kami tidak akan menoleransi segala bentuk kelalaian tugas di sektor kereta api. Saya sudah perintahkan langkah darurat dan rencana jangka panjang supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Menteri Negara Urusan Perkeretaapian, Habibur Rashid.

Selain penegakan hukum, pemerintah Bangladesh mengumumkan pemberian bantuan kompensasi finansial sebesar 25 ribu hingga 100 ribu taka (Rp3,44 juta-Rp13,78 juta) kepada setiap keluarga korban meninggal. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung biaya pemakaman dan meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan di tengah suasana hari raya.

Ke depannya, Kementerian Perkeretaapian berencana melakukan audit total terhadap seluruh perlintasan di jalur padat Dhaka-Chattogram. Fokus utama program ini adalah penghapusan perlintasan sebidang berisiko tinggi dengan membangun jalan layang atau terowongan, serta menerapkan teknologi deteksi otomatis.

"Pemerintah segera menerapkan sistem otomatis agar pintu perlintasan menutup sendiri saat kereta api akan lewat," kata Habibur Rashid.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More