Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

HRW: Perintah Evakuasi Israel di Lebanon Berisiko Langgar Hukum Perang

HRW: Perintah Evakuasi Israel di Lebanon Berisiko Langgar Hukum Perang
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Human Rights Watch menilai perintah evakuasi Israel di Lebanon selatan berpotensi melanggar hukum perang karena dapat memaksa warga sipil meninggalkan rumah mereka tanpa jaminan keselamatan.
  • Lebih dari 83 ribu orang telah mengungsi akibat serangan udara Israel, sementara ribuan lainnya melarikan diri ke Suriah di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Hizbullah.
  • Israel melancarkan serangan besar-besaran di pinggiran selatan Beirut yang padat penduduk, menargetkan fasilitas Hizbullah dan memicu kekhawatiran atas korban sipil yang terus bertambah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Human Rights Watch (HRW), pada Kamis (5/3/2026), menyatakan bahwa perintah evakuasi militer Israel kepada penduduk di wilayah Lebanon selatan dapat menimbulkan risiko pelanggaran serius terhadap hukum perang.

Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah setelah kelompok Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel sejak Senin (2/3/2026). Aksi tersebut merupakan respons atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang turut menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatullah Ali Khamenei. Israel kemudian membalas dengan melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Lebanon dan mengerahkan pasukannya ke kota-kota perbatasan.

“Seruan agar semua orang yang tinggal di selatan Litani (Sungai) untuk segera mengungsi menimbulkan peringatan serius dari sisi hukum dan kemanusiaan, serta kekhawatiran akan keselamatan warga sipil,” kata Ramzi Kaiss, peneliti HRW Lebanon, dikutip dari The New Arab.

Ia juga mempertanyakan nasib lansia, orang sakit, dan penyandang disabilitas yang kemungkinan besar akan kesulitan untuk melakukan evakuasi.

1. Hukum perang melarang pemindahan paksa warga sipil dalam konflik

ilustrasi kota di Lebanon
ilustrasi kota di Lebanon (unsplash.com/Maxime Guy)

Wilayah selatan Lebanon merupakan rumah bagi ratusan ribu orang. HRW menilai luasnya cakupan perintah evakuasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa tujuan kebijakan Israel bukanlah untuk melindungi warga sipil.

Pada September-November 2024, lebih dari 1,2 juta orang mengungsi di Lebanon akibat meningkatnya eskalasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Meskipun sebagian besar dari mereka dapat kembali setelah gencatan senjata diberlakukan pada November 2024, lebih dari 64 ribu orang masih mengungsi di Lebanon dan belum dapat kembali ke kampung halaman mereka hingga Oktober 2025.

Hukum humaniter internasional atau hukum perang melarang pemindahan paksa warga sipil dalam konflik bersenjata, kecuali demi keselamatan mereka atau karena alasan militer yang mendesak. Penerapannya juga sangat terbatas. Bahkan jika disebut sebagai “evakuasi”, pemindahan harus bersifat sementara dan warga sipil harus diizinkan kembali setelah konflik berakhir.

2. Lebih dari 83 ribu orang mengungsi di seluruh Lebanon

ilustrasi pengungsi
ilustrasi pengungsi (pexels.com/Ahmed akacha)

Lebih dari 83 ribu orang dilaporkan telah mengungsi di seluruh Lebanon sejak Israel melancarkan serangan udara di negara itu pada Senin. Otoritas Suriah dan badan pengungsi PBB (UNHCR) juga menyebutkan sedikitnya 38 ribu orang, sebagian besar warga Suriah, telah melarikan diri dari Lebanon menuju Suriah.

Pada Selasa (3/3/2026), militer Israel menyatakan sedang membangun zona penyangga di Lebanon untuk melindungi warga Israel. Keesokan harinya, mereka mengonfirmasi bahwa tiga divisi yang terdiri dari unit infanteri, lapis baja dan teknik beroperasi telah beroperasi di wilayah Lebanon.

“Di Timur Tengah dan sekitarnya, gambaran pengungsian yang meresahkan muncul setelah konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut,” kata juru bicara UNHCR, Babar Baloch, dikutip dari Al Jazeera.

3. Israel lancarkan serangan besar-besaran di pinggiran selatan Beirut

pemandangan ibu kota Lebanon, Beirut
pemandangan ibu kota Lebanon, Beirut (unsplash.com/Sara Calado)

Israel juga melancarkan serangan besar-besaran terhadap pinggiran selatan Beirut pada Kamis, hanya beberapa jam setelah militer mengeluarkan perintahkan evakuasi bagi penduduk di area tersebut. Militer Israel menyatakan mereka menargetkan sasaran yang terkait dengan Hizbullah, termasuk fasilitas yang digunakan oleh unit udara kelompok itu.

Jurnalis Bernard Smith dari Al Jazeera mengatakan perintah evakuasi tersebut mencakup seluruh wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai kawasan Dahiyeh.

“Yang kita bicarakan adalah sebuah wilayah yang, menurut perkiraan terbaru, dihuni sekitar 400 ribu orang. Sepanjang yang saya pahami, tentara Israel belum pernah sebelumnya mengeluarkan perintah evakuasi untuk kawasan ini,” kata Smith.

Sebelum serangan terbaru ini, otoritas Lebanon melaporkan bahwa lebih 120 orang tewas dan hampir 700 lainnya terluka akibat serangan udara Israel sejak Senin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More