Dilansir Jerusalem Post, Jumat (10/7/2026), pusat pendidikan untuk anak korban perang di UKraina akan dibangun lagi di Rumah Sakit Anak yang terletak di Chernivtsi dan Bila Tserkva. Nantinya, fasilitas ini akan membantu anak-anak Ukraina yang terluka akibat serangan Rusia agar tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak dan mendapatkan dukungan emosional dari para guru.
Israel Mau Perluas Pusat Pendidikan Anak Korban Perang di Ukraina

- Israel melalui dua lembaga filantropi akan memperluas pembangunan pusat pendidikan bagi anak-anak korban perang di Ukraina, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Israel.
- Pusat pendidikan baru di Chernivtsi dan Bila Tserkva akan dilengkapi fasilitas modern seperti kelas interaktif, ruang seni, serta teknologi robotik untuk mendukung pembelajaran anak-anak yang dirawat di rumah sakit.
- Langkah ini melanjutkan proyek serupa di Odesa sebagai bentuk solidaritas Israel terhadap Ukraina, sementara serangan Rusia ke fasilitas publik dan sekolah masih terus berlanjut hingga kini.
Jakarta, IDN Times - Israel dikabarkan akan memperluas pembangunan pusat pendidikan untuk anak-anak korban perang di Ukraina. Perluasan pusat pendidikan ini akan dilakukan oleh dua lembaga filantropi Israel, yakni Center for Jewish Impact dan SASA Setton Organization dengan berkolaborasi bersama Kementerian Luar Negeri Israel dan Kedutaan Besar Israel di Ukraina.
1. Pusat pendidikan akan dilengkapi berbagai fasilitas dan teknologi canggih

Menurut keterangan SASA Setton Organization, pusat pendidikan untuk anak-anak di Chernivtsi dan Bila Tserkva akan dilengkapi berbagai fasilitas dan teknologi canggih untuk menunjang pembelajaran. Beberapa di antaranya, seperti kelas interaktif, perpustakaan, ruang bermain, ruang seni dan kreativitas, hingga teknologi robotik.
“Pusat pendidikan ini bertujuan untuk memastikan bahwa rawat inap bukanlah penghalang bagi kemajuan sosial dan pendidikan anak-anak (korban perang di Ukraina),” demikian bunyi pernyataan resmi SASA Setton Organization yang dirilis di laman resminya. SASA Setton Organization sendiri merupakan organisasi filantropi di Israel yang menyediakan program pendidikan untuk anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
2. Pusat pendidikan serupa sudah pernah dibangun di Negara Bagian Odesa

Sebelumnya, Israel sudah pernah membangun pusat pendidikan untuk anak korban perang di Negara Bagian Odesa. Selain di Odesa, Chernivtsi, dan Bila Tserkva, Israel juga berencana untuk membangun pusat pendidikan serupa di wilayah lainnya yang ada di Ukraina. Langkah ini dilakukan Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Ukraina di tengah gempuran pasukan Rusia. Sebab, kedua negara sudah menjalin hubungan diplomatik sejak lama.
“Israel sangat mementingkan membantu Ukraina, tidak hanya dalam menanggapi tantangan langsung perang, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan generasi muda. Pendirian pusat pendidikan untuk anak-anak yang dirawat di rumah sakit mencerminkan kemampuan Israel untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang telah dikumpulkannya dan mengubahnya menjadi bantuan nyata di lapangan,” kata Duta Besar Israel untuk Ukraina, Michael Brodsky.
3. Rusia masih menyerang Ukraina hingga saat ini

Hingga saat ini, pasukan militer Rusia masih meluncurkan serangan brutal ke Ukraina. Serangan biasanya ditujukan ke sejumlah fasilitas publik yang ada di negara tersebut. Beberapa di antaranya, seperti pembangkit listrik, rumah warga, rumah sakit, dan bangunan sekolah. Serangan Rusia ke sekolah-sekolah yang ada di Ukraina membuat anak-anak di sana jadi tidak bisa bersekolah.
Serangan terbaru Rusia ke Ukraina terjadi pada Jumat. Kala itu, Moskow menyerang Kota Kramatorsk menggunakan tujuh bom. Dilansir Al Jazeera, serangan tersebut ditujukan ke sebuah toko dan rumah warga hingga menewaskan setidaknya lima orang, termasuk anak-anak.




















