Israel Serang Tiga Pelabuhan dan Pembangkit Listrik di Yaman

Jakarta, IDN Times - Israel melancarkan serangan udara terhadap tiga pelabuhan di Yaman dan sebuah pembangkit listrik pada Senin (7/7/2025) dini hari. Ini menandai serangan pertama terhadap Yaman dalam hampir satu bulan terakhir.
Serangan tersebut menghantam pelabuhan Hodeidah, Ras Isa, dan Salif, serta pembangkit listrik Ras Qantib sebagai respons terhadap serangan berulang yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Israel. Operasi militer ini mendapat sebutan Operasi Bendera Hitam dari pihak militer Israel
1. Serangan terhadap infrastruktur strategis Yaman
Pukul 01:28 waktu setempat, jet tempur Israel menyerang berbagai target strategis di Yaman. Serangan tersebut menargetkan pelabuhan Hodeidah, Ras Isa, dan Al-Salif yang menurut Israel digunakan Houthi untuk mentransfer senjata dari rezim Iran.
Pembangkit listrik Ras Qantib juga menjadi sasaran utama karena dianggap mendukung aktivitas militer Houthi. Warga setempat melaporkan bahwa serangan terhadap kota pelabuhan Hodeidah di Laut Merah telah melumpuhkan pembangkit listrik utama, membuat kota tersebut tergeletak dalam kegelapan.
Israel juga menyerang kapal Galaxy Leader di pelabuhan Ras Isa yang telah dikuasai Houthi sejak November 2023.
"Pasukan rezim teroris Houthi telah memasang sistem radar di kapal tersebut, dan menggunakannya untuk melacak kapal-kapal di ruang maritim internasional guna mempromosikan aktivitas rezim teroris Houthi" ujar militer Israel, dilansir The Times of Israel.
Kapal berbendera Bahama yang dioperasikan Jepang ini telah menahan 25 anggota awak dari Filipina, Bulgaria, Romania, Ukraina, dan Meksiko selama lebih dari setahun sebelum mereka dibebaskan pada Januari 2025.
2. Respons militer dan pernyataan resmi
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi serangan tersebut dalam sebuah pernyataan di media sosial.
"Nasib Yaman akan sama seperti Teheran. Sebagai bagian dari Operasi Bendera Hitam, IDF saat ini menyerang dengan kekuatan target-target teroris Houthi di pelabuhan Hodeidah, Al-Salif dan Ras Isa, pembangkit listrik Ras Katib dan kapal Galaxy Leader," ujarnya, dilansir RBC Ukraine.
Katz menambahkan peringatan tegas bahwa siapa pun yang mencoba menyerang Israel akan diserang balik, dan siapa pun yang mengangkat tangan melawan Israel akan dipotong tangannya.
Ia menekankan bahwa Houthi akan terus membayar harga yang berat atas tindakan mereka.
3. Eskalasi konflik dan serangan balasan
Houthi meluncurkan rudal hipersonik ke arah Bandara Ben Gurion di Israel pada Sabtu (5/7/2025), yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan menghentikan sementara lalu lintas udara di Israel.
Juru bicara militer Houthi mengklaim, pertahanan udara Houthi juga menghadapi serangan Israel dengan menggunakan sejumlah rudal permukaan ke udara buatan domestik.
Menurut sumber militer Yaman yang dikutip Al Mayadeen TV, pertahanan udara Yaman berhasil mengusir sepuluh jet tempur Israel dari ruang udara dalam salvo pertama rudal anti-udara.