Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Joseph Aoun Jadi Presiden Lebanon, Akhiri Kekosongan 2 Tahun 

Joseph Aoun Jadi Presiden Lebanon, Akhiri Kekosongan 2 Tahun
Bendera Lebanon (pexels.com/Ali MAROUNI)

Jakarta, IDN Times - Lebanon akhirnya memiliki presiden baru setelah lebih dari dua tahun kekosongan jabatan. Joseph Aoun (60), mantan panglima militer, terpilih dalam putaran kedua pemilihan parlemen pada Kamis (9/1/2025) dengan 99 suara dari total 128 anggota parlemen.

Dilansir The Guardian, Aoun yang berasal dari komunitas Kristen Maronit memenuhi persyaratan untuk menjabat sebagai presiden, sesuai dengan sistem politik sektarian Lebanon. Berdasarkan aturan tersebut, perdana menteri harus berasal dari kelompok Muslim Sunni, sementara parlemen dipegang oleh Muslim Syiah.

Kabinet diatur berdasarkan kuota sektarian, di mana kementerian sering menjadi alat bagi partai politik yang sebagian besar dipimpin oleh tokoh era perang saudara, untuk mempertahankan pengaruhnya di pemerintahan.

1. Parlemen Lebanon akhiri kebuntuan politik

Pemilihan Aoun mengakhiri kekosongan kekuasaan sejak masa jabatan Michel Aoun berakhir pada Oktober 2022. Sebelumnya, parlemen mengalami kebuntuan hingga 13 kali pemungutan suara tanpa hasil.

Pada putaran kedua, Aoun memperoleh mayoritas suara yang memicu sorak-sorai di parlemen.

“Hari ini, era baru dalam sejarah Lebanon dimulai,” ujar Aoun dalam pidatonya, dilansir Al Jazeera.

Proses ini dilakukan setelah gencatan senjata antara Lebanon dan Israel pada November 2024, yang mengakhiri konflik militer selama 14 bulan. Menurut DW, momentum tersebut mendorong parlemen untuk segera menyelesaikan kebuntuan politik yang telah lama terjadi.

2. Dunia sambut Joseph Aoun dengan optimisme

Berbagai negara menyambut baik pemilihan Aoun sebagai presiden baru. Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Perancis menyampaikan dukungan dan harapan agar Aoun membawa stabilitas bagi Lebanon.

Christophe Lemoine, juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis, menyatakan bahwa pemilihan ini membuka lembaran baru bagi Lebanon, dikutip dari Al Jazeera.

Iran juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama demi kepentingan bersama melalui pernyataan resmi kedutaannya di Beirut.

Israel, yang memiliki hubungan tegang dengan Lebanon, turut memberikan selamat. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, berharap langkah ini akan menciptakan stabilitas regional.

3. Reformasi dan tantangan ekonomi jadi fokus utama

Aoun menghadapi tantangan besar dalam membangun Lebanon. Krisis ekonomi yang melanda negara ini memerlukan dukungan internasional, yang bergantung pada implementasi reformasi sesuai permintaan para kreditor.

Selain itu, Aoun juga diharapkan segera membentuk pemerintahan baru dan menunjuk perdana menteri.

“Kami membutuhkan pemerintahan yang solid untuk merekonstruksi dan mereformasi Lebanon,” ujar Michel Helou, Sekretaris Jenderal Partai Nasional Blok Reformasi, dikutip The Guardian.

Aoun juga berkomitmen memperkuat peran militer dan memastikan pelaksanaan gencatan senjata dengan Israel. Di sisi lain, isu pengendalian kelompok bersenjata seperti menjadi tantangan utama yang harus segera ditangani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rama
EditorRama
Follow Us

Latest in News

See More

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Jurnalis Al Jazeera

09 Apr 2026, 21:36 WIBNews