Surat Dukacita Kematian Khamenei dari Prabowo Diterima Dubes Iran

Presiden Prabowo Subianto mengirim surat belasungkawa kepada Presiden Iran atas wafatnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang disampaikan melalui Menteri Luar Negeri Sugiono.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta menggelar doa bersama dan penandatanganan petisi sebagai bentuk duka serta solidaritas terhadap peristiwa wafatnya Pemimpin Agung Iran.
Dubes Mohammad Boroujerdi menyanjung Khamenei sebagai sosok pemersatu umat Muslim yang teguh melawan kekerasan dan tidak pernah berkompromi dengan musuh.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan pihaknya sudah menerima surat belasungkawa yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (4/3/2026). Surat itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
Surat dukacita itu berkenaan dengan wafatnya pemimpin besar Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
"Kami juga telah menerima surat resmi belasungkawa dari Yang Mulia Bapak Prabowo Subianto kepada Presiden Iran berkaitan dengan peristiwa yang terjadi,” kata dia dalam agenda doa dan penandatangan petisi di rumah dinasnya di kawasan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
1. Banyak agenda doa bersama

Dia juga menyampaikan sudah banyak ucapan belasungkawa yang datang. Baik dari para akademisi, cendikiawan, guru, pengusaha hingga tokoh-tokoh yang menyampaikan solidaritasnya.
"Pada kesempatan ini tentu saya mengetahui bahwa telah terdapat banyak sekali majelis doa besama, majelis tahlil, dengan yang diselenggarakan berbagai badan, perkumpulan masyarakat, ormas dan lain sebagainya," kata dia.
2. Gelar doa bersama dan penandatanganan petisi

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menggelar doa bersama dan penandatanganan petisi di Kediaman Duta Besar Iran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Acara ini digelar sebagai respons atas agresi yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada Republik Islam Iran, yang diklaim menewaskan sejumlah pejabat tinggi serta warga sipil, termasuk Pemimpin Agung Iran.
Dalam sambutannya, dia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
“Pada hari ini kita sedang berduka. Duka terhadap seorang Pemimpin Agung yang telah menyumbangkan hidupnya, lebih dari 86 tahun, untuk urusan negara,” ujar Boroujerdi.
3. Khamenei disebut tak pernah berkompromi dengan musuh

Dia menyebut Ayatollah Sayyid Ali Khamenei sosok pemimpin yang sepanjang hidupnya memikirkan persatuan umat muslim. “Tokoh yang mana sepanjang hidupnya, setiap saat dalam hidupnya, ia hanya memikirkan persatuan umat muslim dan hanya memikirkan persatuan antar mereka,” katanya.
Boroujerdi menggambarkan Pemimpin Agung Iran adalah figur yang tidak pernah berkompromi dengan musuh dan konsisten melawan kekerasan. “Hari ini kita sedang berduka terhadap kehilangan seorang Pemimpin Agung yang tidak pernah kompromi dengan pihak musuh. Yang selalu melawan berbagai hegemoni kekerasan dan genosida,” ujarnya.
















