Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kena Skandal, Pangeran Andrew Diminta Bukti Tidak Bisa Berkeringat

Kena Skandal, Pangeran Andrew Diminta Bukti Tidak Bisa Berkeringat
Pageran Andrew, Duke of York. (Instagram.com/hrhthedukeofyork)

Jakarta, IDN Times - Virginia Giuffre, seorang wanita Amerika Serikat (AS) berusia 38 tahun yang menuduh anggota keluarga kerajaan Inggris Raya, yaitu Pangeran Andrew melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada 2001, ketika dia masih remaja, telah meminta pangeran menunjukkan bukti medis dia tidak bisa berkeringat.

Laporan adanya permintaan dokumen medis itu terungkap pada hari Kamis (30/12/2021) sehari setelah Ghislaine Maxwell diputuskan bersalah dalam keterlibatan pelecehan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein, keduanya merupakan kenalan Pangeran Andrew.

1. Pihak pangeran menolak memberikan bukti medis

Melansir dari The Independent, Pangeran Andrew telah berulang kali membantah dia melakukan pelecehan, dia juga pada 2019 dalam sebuah wawancara menyampaikan dia tidak bisa berkeringat, yang menjadi alasan dia tidak pernah bertemu dan berdansa dengan Giuffre di klub malam di London pada 2001, seperti yang dituduhkan.

Pangeran dalam wawancara itu menyampaikan dia tidak bisa berkeringat karena ingatan buruknya saat berada dalam Perang Falklands. Karena klaimnya tidak bisa berkeringat pada saat itu pihak pengacara Giuffre telah meminta laporan medis yang mendukung klaim tersebut.

Namun, permintaan itu ditolak oleh Andrew, melalui pengacaranya Andrew Brettler yang menolak dengan alasan permintaan itu melecehkan dan mencari informasi dan dokumen rahasia dan pribadi yang tidak berhubungan dengan kasus.

Giuffre telah mengklaim dia dipaksa berhubungan seks dengan Andrew di rumah Maxwell di London, dan di dua rumah milik Epstein, ketika masih berusia 17 tahun.

2. Informasi lainnya yang diminta penuduh pangeran

Penuduh Pangeran Anderew Minta Bukti Pangeran Tidak BerkeringatPageran Andrew, Duke of York. (Instagram.com/hrhthedukeofyork)
Penuduh Pangeran Anderew Minta Bukti Pangeran Tidak BerkeringatPageran Andrew, Duke of York. (Instagram.com/hrhthedukeofyork)

Melansir dari The Guardian, selain meminta informasi medis yang menunjukkan tidak bisa berkeringat pengacara Giuffre juga meminta informasi dari kerajaan, termasuk dokumen apa pun seputar tuduhan pelecehan seksual atau seks di luar nikah, yang dituduhkan kepada Andrew.

Pengacara Giuffre melalui pengadilan juga meminta informasi kegiatan Andrew pada 2001, yang diminta adalah dokumen tentang perjalanan terdakwa selama di pesawat Epstein dan selama berada di Florida, New York, Meksiko, dan Kepulauan Virgin di AS, juga meminta dokumen mengenai keberadaannya di Pizza Express yang berlokasi di Woking, Inggris, dan klub malam Club Tramp di London.

Restoran Pizza Express merupakan tempat yang diklaim Andrew dikunjunginya pada saat waktu yang diklaim Giuffre mereka melakukan hubungan seks di London.

Pihak Giuffre juga meminta informasi percakapan antara Andrew dan Epstein atau Maxwell, tapi permintaan ditolak karena dianggap telah berlebihan dan melampaui batas.

Pihak pangeran menolak memberikan informasi yang diminta dengan berbagai alasan, termasuk berargumen informasi dilindungi dari pengungkapan oleh hak privasi di bawah konstitusi AS dan pasal 8 konvensi Eropa tentang hak asasi manusia. Tim hukum Andrew mengatakan beberapa dokumen yang diminta telah tersedia untuk umum.

3. Maxwell yang terlibat dalam kasus pelecehan telah dinyatakan bersalah

ilustrasi pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)

Melansir dari BBC, kasus pelecehan sekual yang mengaitkan Pangeran Andrew ini awalnya bermula pada kejahatan seks Epstein, yang melakukan bunuh diri di penjara pada 2019, saat menunggu persidangan lebih lanjut atas tuduhan pelecehan.

Dalam kasus Epstein ini rekannya Maxwell telah menghadapi tuduhan membantu menyediakan gadis-gadis di bawah umur untuk memberikan layanan seks kepada Epstein.

Karena tuduhan itu telah digelar berbagi persidangan tuntutan kepada Maxwell, dia pada pada hari Rabu diputuskan bersalah dalam lima dari enam tuduhan, tapi belun dipustuskan berapa lama hukuman penjara yang dijatuhkan, diyakini hukuman bisa membuatnya menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Keputusan bersalah Maxwell disambut dengan senang oleh para penyintas, termasuk Annie Farmer, satu-satunya korban yang menggunakan nama aslinya selama kesaksian. Giuffre, meski bukan salah satu dari empat wanita yang bersaksi dalam kasus ini, tapi kasusnya telah dirujuk dalam berbagai persidangan Maxwell.

Terkait keputusan bersalah Maxwell, saudara laki-lakinya, yaitu Ian, mengatakan dia akan mengajukan banding, dengan alasan hukum, baik dalam proses pra-persidangan dan juga proses persidangan, tapi dia belum memberikan rincian lebih lanjut untuk banding. Ian menganggap kesaksian para korban sebagai "menyayat hati", tapi dia tetap yakin saudara perempuannya itu tidak terlibat dalam kejahatan seks.

Penuduh Epstein dan Maxwell lainnya, Sarah Ransome, mengkritik pernyataan Ian, dia mengatakan pelecehan ini tidak akan terjadi tanpa adanya keterlibatan Maxwell dan menyarankan agar Ian hadir di ruangan yang penuh dengan para penyitas agar memiliki sudut pandang yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ifan Wijaya
EditorIfan Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

3 Prajurit TNI Didakwa Pembunuhan Berencana Terhadap Kepala Cabang BRI

07 Apr 2026, 08:11 WIBNews