Momen Kim Jong Un Curi Perhatian Tiba di China Lewat Jembatan Baru

- Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui Jembatan Sungai Yalu Baru yang baru beroperasi, sehari sebelum peringatan keterlibatan China dalam Perang Korea.
- Di Dandong, Kim dilaporkan bertemu Perdana Menteri China Li Qiang dan Wang Huning, serta menyatakan kesiapan memperluas kerja sama praktis dan persahabatan kedua negara.
- Jembatan baru dinilai mengurangi hambatan logistik perdagangan China-Korut, sementara kunjungan keenam Kim ke China dikonfirmasi Korsel di tengah memburuknya hubungan antarkorea.
Jakarta, IDN Times – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un tiba di Dandong, kota perbatasan China, pada Sabtu (24/10/2026) dengan melewati Jembatan Sungai Yalu Baru yang baru beroperasi. Kedatangannya berlangsung sekitar sepekan setelah jembatan tersebut dibuka dan sehari sebelum peringatan keterlibatan China dalam Perang Korea 1950–1953.
Jembatan itu merupakan jalur darat yang melengkapi pengoperasian jembatan jalan pertama antara Korut dan Rusia pada awal September. Infrastruktur tersebut menghubungkan Pyongyang dengan dua negara pendukung utamanya melalui jalur darat.
1. Kim Jong Un bertemu pejabat tinggi China

Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Selama berada di Dandong, Kim mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang, menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat pemerintah Korea Selatan (Korsel). Namun, Kementerian Luar Negeri China belum memberikan keterangan resmi ketika dimintai konfirmasi mengenai agenda tersebut.
Kantor berita Xinhua juga mengonfirmasi pertemuan Kim dengan anggota Komite Tetap Partai Komunis China (CCP), Wang Huning, untuk meninjau sebuah pabrik mobil. Dalam kesempatan itu, Kim menyatakan kesiapan Korut untuk bekerja sama dengan China dalam menjaga hubungan persahabatan yang telah terjalin secara historis dan memperluas kerja sama praktis agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
2. Jembatan baru memperlancar logistik perdagangan China-Korut

ilustrasi jembatan (pexels.com/Hao Liang) Pakar hubungan China-Korut dari Akademi Ilmu Sosial Liaoning, Lu Chao, menilai pembukaan jembatan tersebut telah mengatasi kendala utama dalam logistik perdagangan kedua negara.
“Pembukaan jembatan telah menyelesaikan hambatan besar dalam logistik perdagangan China-Korea Utara,” kata Chao, dikutip Al Jazeera.
Menurut Chao, kelancaran logistik diperkirakan dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral secara signifikan. Sementara itu, pengamanan di sekitar jembatan hingga museum peringatan perang diperketat melalui rekayasa lalu lintas dan pembatasan reservasi hotel, sebagaimana dilaporkan kantor berita Kyodo berdasarkan informasi dari sumber diplomatik.
3. Korsel mengonfirmasi kunjungan Kim di tengah ketegangan kawasan

Bendera Korea Selatan (pexels.com/byunghyun) Kementerian Unifikasi Korsel mengonfirmasi kunjungan Kim ke China, yang merupakan lawatan keenamnya ke negara tersebut, sebagai upaya mempertegas hubungan kedua negara menjelang peringatan 25 Oktober 2026. Dilansir The Guardian, informasi mengenai kunjungan ini juga dilaporkan AFP dan Yonhap dengan mengutip sumber pemerintah Korsel.
Perjalanan tersebut menjadi kunjungan pertama Kim ke China sejak September 2025, ketika ia menghadiri parade militer di Beijing bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kunjungan terbarunya berlangsung saat hubungan Korut dan Korsel memburuk serta menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen pada 18–19 November 2026, yang akan dipimpin Xi sebagai tuan rumah.
Rencana pertemuan APEC tersebut sempat memunculkan spekulasi tentang kemungkinan Kim bertemu Trump. Meski demikian, sejumlah pejabat AS dan Korsel menilai peluang pertemuan itu terlaksana pada tahun ini sangat kecil.























