Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lithuania Berniat Mempermanenkan Militer AS di Negaranya

Lithuania Berniat Mempermanenkan Militer AS di Negaranya
ilustrasi bendera Lithuania (Unsplash/Alessandro Ricossa)
Intinya Sih
  • Lithuania di bawah koalisi baru berencana mempermanenkan militer AS untuk memperkuat pertahanan menghadapi ancaman Rusia dan Belarus.
  • Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan akan meninjau ulang keberadaan militer AS di Eropa sambil mengkritik negara NATO yang tak memenuhi batas anggaran pertahanan.
  • Pemerintah Lithuania membuka pembicaraan dengan AS soal kemungkinan menampung senjata nuklir, disertai rencana amandemen hukum yang saat ini melarang senjata perusak massal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Lithuania di bawah koalisi pemerintahan baru, pada Kamis (18/6/2026), berniat mempermanenkan militer Amerika Serikat (AS) di negaranya. Rencana ini untuk memperkuat pertahanan negaranya di tengah ancaman Rusia dan Belarus. 

Sebelumnya, Polandia sudah bersiap untuk membangun pangkalan militer AS secara permanen. Keputusan ini setelah Presiden AS, Donald Trump berniat untuk mengirimkan sebanyak 5 ribu tentara ke Polandia. 

1. Sinkevicius diperkirakan akan menjadi pemimpin baru di Lithuania

Pernyataan ini disampaikan oleh pemimpin Partai Sosial Demokrat, Mindaugas Sinkevicius. Ia kemungkinan besar akan menjadi perdana menteri (PM) Lithuania yang baru bersama koalisi baru dengan dua partai lainnya, For Lithuania, Union of Farmers, dan Greens.

Dilansir UNN, koalisi baru Lithuania tersebut menyatakan kritik keras terhadap perang Rusia di Ukraina. Selain itu, koalisi itu juga menyuarakan dukungan dan memprioritaskan keberadaan militer AS secara permanen di Lithuania sebagai upaya pencegahan.  

Sementara, koalisi baru juga ingin memperkuat pertahanan udara dan lebih banyak mendukung Ukraina. Lithuania juga terus mempertahankan setidaknya 5 persen anggaran pertahanan. 

2. AS akan tinjau keberadaan militernya di Eropa

Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengkritisi negara-negara NATO yang tidak mengikuti aturan batas anggaran pertahanan. Selain itu, mengkritik tindakan negara-negara Eropa yang tidak mau ikut membantu melawan Iran. 

Hegseth menyatakan, AS akan menganalisa dan meninjau ulang terkait keberadaan militernya di Eropa. Namun, ia tidak mengatakan lebih lanjut terkait kriteria apakah untuk mengurangi tentara AS di sejumlah negara. 

3. Lithuania mau tampung senjata nuklir AS

Pada awal Juni, Lithuania sudah berbicara dengan AS terkait kemungkinan menampung senjata nuklir di negaranya. Menurutnya, keberadaan senjata nuklir AS akan meningkatkan pertahanan Lithuania di tengah kemungkinan penarikan tentara AS. 

Dilansir Politico, Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda sudah mengungkapkan rencana amandemen hukum soal penampungan senjata nuklir. Sebab, Lithuania saat ini melarang adanya senjata perusak massal di dalam negaranya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More