Negara Ini Lagi Butuh Banyak Sampah Lho, Sampai Harus Impor Segala

Sampah masih menjadi permasalahan yang krusial di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saat negara lain masih kebingungan mengelola sampah, Swedia justru selalu kekurangan sampah. Bahkan Swedia harus mengimpor sampah dari Inggris, Italia, Norwegia dan Irlandia!
Kenapa harus impor sampah? Karena Swedia berhasil melakukan revolusi daur ulang. Sampah-sampah rumah tangga yang didapatnya diolahnya menjadi sumber energi. Dilansir Sweden.se, lebih dari 99 persen sampah rumah tangga di Swedia bisa menjadi bahan daur ulang dan sumber energi. Kurang dari 1 persen sampah berakhir tempat pembuangan akhir.
Sampah diimpor untuk menghidupkan 32 mesin pembangkit listrik tenaga sampah.

Sampah rumah tangga dan sampah yang diimpornya dibutuhkan untuk menghidupkan 32 mesin pembangkit listrik tenaga sampah. Dan hal ini sudah berjalan beberapa tahun.
“Limbah saat ini sudah menjadi komoditas. Itu bukan hanya limbah, tetapi bisnis,” ujar Swedish Waste Management Communications Director, Anna-Carin Gripwell, dikutip dari Huffington Post.
Setiap tahun, sampah yang dihasilkan warga sekitar 461 kilogram.

Setiap tahun, masyarakat Swedia rata-rata memproduksi 461 kilogram limbah. Nah, yang membuat Swedia berbeda, ia menyulap dua juta ton sampah atau hampir setengah sampah itu setiap tahunnya dijadikan energi.
Jika Indonesia hanya mempunyai 3 R (Reduce, reuse, recycle), Swedia punya beberapa cara untuk mengatasi sampah. Pertama pencegahan atau pengurangan (Reduce), kedua menggunakan kembali (Reuse), ketiga daur ulang (Recycling), keempat daur ulang alternatif dengan mengubahnya menjadi sumber energi, dan terakhir melakukan pembuangan ke TPA.
Energi dari sampah mampu menghidupkan listrik 260 ribu rumah tangga, dan penghangat 950 ribu rumah.

Sebelum sampah dibawa ke pembankit, sampah dipilah dari rumah atau oleh pihak swasta. Sampah organik dipisahkan, kertas diambil untuk didaur ulang, dan sampah lain yang bisa digunakan kembali dipisahkan.
Pembangkit listrik tenaga sampah ini bekerja dengan membuat tungku menggunakan sampah sebagai bahan bakarnya. Uap yang dihasilkan digunakan untuk memutar turbin generator yang digunakan untuk menghasilkan listrik.
Listrik itu kemudian dipindahkan ke jalur transmisi dan jaringan, kemudian didistribusikan ke seluruh negeri. Di Helsing borg, satu pembangkit bisa mencukupi 40 persen kebutuhan pemanas satu kota.
Di Swedia, energi yang diproduksi pembangkit listrik tenaga sampah ini menghidupkan pemanas di 950 ribu rumah dan menyalakan listrik di 260 ribu rumah tangga.


















