Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Desak AS Cabut Ultimatum ke Iran dan Lanjutkan Negosiasi

Rusia Desak AS Cabut Ultimatum ke Iran dan Lanjutkan Negosiasi
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (mid.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Menlu Rusia Sergey Lavrov mendesak AS mencabut ultimatum terhadap Iran dan kembali ke meja negosiasi demi menurunkan ketegangan di kawasan.
  • Rusia meminta AS tidak menyerang fasilitas sipil Iran, sementara Rosatom mulai evakuasi teknisi dari PLTN Bushehr akibat meningkatnya risiko konflik.
  • Kapal Rusia tetap diizinkan melintasi Selat Hormuz meski diblokir Iran, sementara Ukraina menuduh Moskow membantu Teheran memetakan aset militer AS di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mendesak agar Amerika Serikat (AS) mencabut ultimatum ke Iran. Ia meminta agar Washington segera kembali bernegosiasi damai dengan Teheran. 

“Rusia mengekspresikan harapan bahwa segala bentuk upaya untuk deeskalasi tensi soal konflik di Iran yang akan berhasil. Pencabutan ultimatum akan mengembalikan arah negosiasi,” ungkap Lavrov, dikutip dari The Moscow Times, Senin (6/4/2026). 

Sebelumnya, AS sudah memberikan ultimatum kepada Iran untuk segera membuka Selat Hormuz. Jika tidak, AS akan melancarkan serangan besar ke fasilitas energi di Iran. 

1. Lavrov desak AS tidak serang fasilitas sipil di Iran

Saat berbicara dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi, Lavrov mendesak agar AS tidak menyerang infrastruktur sipil di Iran. Keduanya mengatakan bahwa serangan ke fasilitas sipil adalah tindakan ilegal. 

Sementara itu, sejumlah pekerja asal Rusia diketahui bekerja sebagai teknisi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom juga sudah memulai evakuasi pekerjanya yang berada di PLTN Bushehr. 

2. Kapal Rusia diperbolehkan lewat Selat Hormuz

Pekan lalu, Penasehat Luar Negeri Rusia, Yuri Ushakov mengatakan bahwa kapal Rusia masih diperbolehkan lewat Selat Hormuz. Meskipun perairan tersebut masih diblokir oleh Iran menyusul serangan AS dan Israel ke Iran. 

“Bagi kami, Selat Hormuz masih terbuka. Rusia, China, dan India termasuk negara bersahabat dengan Iran yang diperbolehkan melintasi rute perdagangan tersebut,” terangnya. 

Sementara itu, Rusia adalah negara pengekspor minyak terbesar kedua di dunia. Maka, Rusia tidak terlalu membutuhkan suplai energi dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz. 

3. Ukraina sebut Rusia bantu Iran memetakan aset AS di Timur Tengah

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia telah membantu Iran memetakan aset militer AS di Timur Tengah. Menurutnya, Moskow telah memberikan citra satelit untuk membantu serangan Iran ke pangkalan militer AS di Arab Saudi. 

“Pagi ini, saya sudah mendapatkan informasi bahwa fasilitas militer AS di Timur Tengah dan Teluk difoto oleh satelit Rusia untuk kepentingan Iran. Mereka sudah mengambil citra satelit Pangkalan Militer Prince Sultan di Arab Saudi,” katanya, dilansir dari Politico.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More